Media Kampung – Harga emas dunia diproyeksikan akan terus menunjukkan penguatan signifikan, melanjutkan tren relinya memasuki awal Maret mendatang. Prospek cerah ini didukung oleh fondasi teknikal yang solid serta sentimen global yang tetap kondusif bagi aset safe haven.

Seorang pakar pasar dari Dupoin Futures bahkan telah memasang target kenaikan yang ambisius, memprediksi harga logam mulia ini dapat mencapai US$ 5.386 per ons troi hanya dalam kurun waktu satu pekan ke depan.

Kinerja Terkini Harga Emas Global: Lonjakan Signifikan

Pada sesi perdagangan terakhir, Jumat, 27 februari 2026, pasar emas global mencatat kenaikan impresif yang menarik perhatian banyak investor. Logam mulia ini ditutup melonjak tajam sebesar 1,75%, berhasil mencapai level US$ 5.277,9 per ons troi.

Kenaikan substansial ini menegaskan adanya minat beli yang sangat kuat di kalangan investor internasional, yang tampaknya mengantisipasi berlanjutnya tren positif di pasar komoditas mulia ini dalam waktu dekat.

Analisis Teknikal Mendalam oleh Andy Nugraha: Tren Bullish Dominan

Analis terkemuka dari Dupoin Futures, Andy Nugraha, mengungkapkan penilaiannya bahwa tren bullish atau kenaikan pada harga emas masih mendominasi secara signifikan di pasar. Pergerakan harga pada timeframe H4 menunjukkan kemampuan emas untuk bertahan kokoh di atas zona psikologis yang krusial bagi kelanjutan momentum positifnya.

Zona support vital antara US$ 5.000 hingga US$ 5.100 per ons troi telah terbukti menjadi penopang utama, secara efektif menjaga struktur kenaikan harga emas tetap utuh dan stabil. Andy Nugraha dalam riset terbarunya secara lugas menyatakan, “Selama harga berada di atas zona tersebut, peluang untuk kenaikan lebih lanjut masih sangat terbuka lebar bagi emas.”

Pola Pergerakan Harga dan Konsolidasi Pasar yang Sehat

Secara teknikal, Andy Nugraha juga mengidentifikasi adanya pembentukan pola higher low yang konsisten dalam pergerakan harga emas, menandakan setiap koreksi diikuti oleh level terendah yang lebih tinggi dari sebelumnya. Pola ini mengindikasikan bahwa pembeli tetap aktif dan bersedia masuk pada level harga yang lebih tinggi.

Fenomena ini disertai dengan fase konsolidasi yang dinilai sangat sehat setelah periode reli panjang sebelumnya, menunjukkan pasar sedang mencerna keuntungan tanpa tekanan jual yang berlebihan. Artinya, tekanan jual di pasar belum cukup kuat untuk membalikkan tren positif saat ini, yang secara fundamental menguatkan sentimen bullish.

Setiap koreksi harga yang terjadi cenderung dimanfaatkan secara strategis oleh para pelaku pasar sebagai kesempatan emas untuk melakukan akumulasi pembelian aset. Ini menunjukkan kepercayaan mendalam investor terhadap prospek jangka pendek dan menengah logam mulia tersebut, memperkuat dasar kenaikan harga.

Faktor Fundamental Global Pendorong Utama Harga Emas

Selain dukungan teknikal, harga emas juga terus mendapatkan dorongan kuat dari berbagai faktor fundamental global yang menguntungkan posisinya sebagai aset investasi. Ketidakpastian geopolitik di berbagai belahan dunia menjadi salah satu pemicu utama yang menjaga permintaan terhadap aset lindung nilai tetap tinggi dan berkelanjutan.

Terutama, negosiasi nuklir yang masih berlarut-larut antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus menimbulkan suasana ketegangan serta potensi konflik yang belum terselesaikan. Situasi ini secara langsung mendorong investor untuk mencari keamanan dalam bentuk emas yang dikenal stabil.

Kinerja Terkini Harga Emas Global: Lonjakan Signifikan

Peran Emas sebagai Aset Safe Haven di Tengah Volatilitas

Emas telah lama diakui secara global sebagai aset safe haven yang handal, khususnya di tengah gejolak ekonomi dan ketidakpastian politik. Karakteristik unik ini menjadikan emas pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi kekayaan mereka dari depresiasi nilai.

Andy Nugraha menegaskan, “Dalam situasi global yang rawan volatilitas dan ketidakpastian ekonomi, emas kembali menempati posisi sentral sebagai pilihan defensif utama bagi para investor.” Kemampuan emas untuk mempertahankan nilai di masa krisis adalah daya tarik utamanya.

Pelemahan Dolar AS yang Moderat Memberi Angin Segar

Pelemahan moderat pada nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) turut memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap penguatan harga emas di pasar global. Dolar yang lebih lemah secara inheren membuat harga emas menjadi relatif lebih murah dan terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya di seluruh dunia.

Situasi ekonomi makro ini secara langsung mendorong peningkatan minat beli di pasar global, karena biaya untuk memperoleh emas menjadi lebih rendah bagi investor non-AS. Secara historis, terdapat hubungan terbalik yang kuat antara nilai dolar AS dan harga komoditas yang didominasi oleh perdagangan dolar.

Dampak Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Federal Reserve

Ekspektasi yang berkembang luas akan potensi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), juga menjadi faktor pendukung signifikan bagi pasar emas. Suku bunga yang lebih rendah secara fundamental mengurangi opportunity cost atau biaya peluang untuk memegang emas sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil periodik.

Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, aset-aset berpendapatan tetap seperti obligasi pemerintah menjadi kurang menarik dibandingkan sebelumnya. Hal ini secara efektif mendorong investor untuk mengalihkan modalnya ke aset non-bunga seperti emas, yang kemudian memperkuat posisinya sebagai pilihan investasi yang menarik.

Penurunan suku bunga The Fed biasanya juga mengindikasikan kebijakan moneter yang lebih longgar, yang seringkali berkorelasi dengan pelemahan mata uang dan peningkatan daya tarik aset komoditas. Investor mencari alternatif investasi yang dapat mempertahankan nilai daya beli mereka di tengah inflasi yang mungkin muncul dari kebijakan tersebut.

Prospek Jangka Pendek dan Target Harga yang Ambitius

Dengan konvergensi dukungan teknikal yang solid dan berbagai faktor fundamental yang menguntungkan, prospek harga emas dalam jangka pendek terlihat sangat menjanjikan. Andy Nugraha, dengan analisisnya yang cermat, menggarisbawahi optimisme pasar terhadap pergerakan harga emas.

Dia mematok target kenaikan yang signifikan, memprediksi harga emas dapat mencapai US$ 5.386 per ons troi dalam sepekan ke depan, menunjukkan kepercayaan kuat pada momentum bullish saat ini. Para investor disarankan untuk terus memantau dinamika pasar, termasuk perkembangan geopolitik dan indikator ekonomi makro, untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.

Kesimpulan: Emas Tetap Aset Pilihan di Tengah Ketidakpastian Global

Secara keseluruhan, analisis pasar menunjukkan bahwa harga emas memiliki landasan yang sangat kuat untuk melanjutkan reli positifnya pada awal Maret, didorong oleh kondisi teknikal yang stabil dan beragam faktor fundamental yang mendukung. Ketegangan geopolitik global yang berkelanjutan dan potensi kebijakan moneter akomodatif dari bank sentral utama dunia menjadi pendorong utama tren ini.

Dengan demikian, bagi investor yang mencari aset untuk melindungi nilai kekayaan mereka di tengah volatilitas dan ketidakpastian pasar, emas tetap menjadi pilihan investasi yang sangat menarik dan strategis. Pasar emas diprediksi akan terus menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu ke depan, menegaskan relevansinya sebagai instrumen investasi.