Media Kampung – 11 April 2026 | Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua dump truck pengangkut batu bara terjadi pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Hauling Km 108,5, Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Menurut keterangan Satreskrim Polres Musi Rawas Utara, satu sopir dari PT DSB yang berinisial T.H., berusia 40 tahun, tewas di lokasi setelah terjebak di dalam kabin yang terbakar.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka-luka; M.R., 17 tahun, sopir dump truck milik PT IPLS, dan M.R.S., 29 tahun, penumpang, berhasil keluar dari kendaraan setelah kebakaran melanda.

Kedua korban luka telah diberikan pertolongan pertama di Puskesmas Rawas Ilir dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Lubuk Linggau untuk penanganan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa kecelakaan bermula ketika dump truck PT IPLS yang bermuatan batu bara melaju dari arah Desa Ketapat Bening menuju Desa Macan Sakti.

Dump truck PT DSB yang sedang dalam kondisi kosong datang dari arah berlawanan dan diduga berusaha menyalip, menyebabkan kedua kendaraan berbelok ke kanan secara bersamaan.

Tabrakan di bagian depan kedua truk memicu kebakaran hebat, mengakibatkan kabin PT DSB terbakar dan menutup peluang evakuasi bagi sopirnya.

Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Andri Firmansyah, menjelaskan bahwa saat kebakaran meluas, penumpang PT IPLS, bernama Hermanto, berhasil membuka pintu secara paksa dengan menendangnya dan menarik rekannya keluar dari kendaraan.

Sayangnya, T.H. tidak sempat melarikan diri karena terjepit di dalam kabin yang sudah dipenuhi api, sehingga meninggal di tempat kejadian dalam kondisi hangus.

Tim penyidik Satlantas melakukan olah TKP secara menyeluruh, mengamankan bukti serta mengumpulkan keterangan saksi untuk mengidentifikasi faktor teknis yang berkontribusi pada tabrakan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut, termasuk memeriksa kondisi rem, lampu, serta prosedur menyalip yang diterapkan oleh kedua sopir.

Insiden ini menambah deretan kecelakaan fatal yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan pada tahun 2024, di mana beberapa kecelakaan truk batu bara mengakibatkan korban jiwa.

Para ahli transportasi mengingatkan pentingnya pemeliharaan kendaraan, pelatihan sopir, serta penegakan aturan lalu lintas khusus untuk kendaraan berat di jalan haul yang berkelok.

Polisi daerah menghimbau pengemudi truk untuk mengutamakan keselamatan, terutama pada rute berisiko tinggi, serta meminta masyarakat melaporkan pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan serupa.

Kejadian ini menegaskan kembali kebutuhan akan peningkatan infrastruktur jalan haul, termasuk penambahan rambu peringatan dan fasilitas darurat di titik rawan.

Dengan penyelidikan yang sedang berjalan, aparat berkomitmen mengungkap penyebab pasti dan menegakkan sanksi bila ditemukan pelanggaran prosedur keselamatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.