Media Kampung – 11 April 2026 | KAI Commuter mengumumkan penurunan signifikan pengguna KRL pada hari Jumat, dengan angka rata‑rata turun 27% dibandingkan hari kerja biasa. Penurunan ini terlihat terutama pada stasiun yang berdekatan dengan kawasan perkantoran pemerintah dan stasiun integrasi.
Data tersebut diambil dari pemantauan perjalanan pada Jumat terakhir setelah penerapan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara luas. KAI Commuter mencatat bahwa penurunan tidak hanya terbatas pada satu jalur, melainkan tersebar di jaringan utama KRL di wilayah Jabodetabek.
Seorang juru bicara KAI Commuter, Budi Santoso, menjelaskan bahwa penurunan ini dipicu oleh berkurangnya mobilitas pegawai negeri yang biasanya menggunakan kereta untuk menempuh perjalanan ke kantor. “Dengan banyak ASN bekerja dari rumah, kebutuhan transportasi publik pada hari Jumat berkurang drastis,” ujar Budi dalam konferensi pers.
Analisis internal menunjukkan bahwa stasiun Gambir, Juanda, dan Jatinegara mencatat penurunan penumpang paling tajam, masing‑masing mengalami penurunan lebih dari 30% pada jam sibuk. Stasiun integrasi seperti Duri dan Cikarang Loop Line juga mengalami penurunan serupa.
Penurunan ini berdampak pada pendapatan harian KAI Commuter, yang dilaporkan turun sekitar Rp 1,2 miliar pada hari Jumat tersebut dibandingkan rata‑rata harian sebelumnya. Meskipun demikian, perusahaan tetap menegaskan bahwa tarif tetap dan layanan tidak mengalami pemotongan.
Kebijakan WFH ASN yang diperkenalkan oleh pemerintah pada awal tahun ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi kerja, namun data terbaru menunjukkan dampak samping pada sektor transportasi publik. Pengamat transportasi memperkirakan bahwa penurunan penumpang dapat berlanjut jika kebijakan tersebut tidak disesuaikan.
KAI Commuter mengindikasikan akan meninjau kembali strategi operasional, termasuk penyesuaian jadwal kereta pada hari Jumat untuk mengoptimalkan sumber daya. Dengan harapan kebijakan WFH dapat diimbangi dengan kebijakan mobilitas lain, perusahaan menargetkan pemulihan penumpang dalam beberapa bulan ke depan.
Penurunan 27% pada hari Jumat menegaskan bahwa pola kerja baru memengaruhi pola perjalanan masyarakat, sekaligus menantang operator transportasi publik untuk beradaptasi dengan dinamika permintaan yang berubah. KAI Commuter berkomitmen menjaga kualitas layanan meski volume penumpang berfluktuasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan