Media Kampung – 11 April 2026 | Api melanda ruko tiga lantai yang menjual cat di Jalan Marelan Raya, Medan, pada siang hari Kamis 9 April 2026.

Kebakaran diduga bermula saat proses pencampuran cat dengan thinner di lantai dasar, yang memicu ledakan kecil dan mempercepat penyebaran api.

Jerigen berisi thinner terbakar, menghanguskan barang-barang di sekitarnya dan menimbulkan asap hitam pekat yang naik tinggi.

Warga sekitar melaporkan bau kimia tajam dan suara ledakan berulang sebelum petugas pemadam tiba.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan mengerahkan delapan unit mobil ke lokasi, termasuk truk pemadam berkapasitas tinggi.

Tim harus menghadapi suhu ekstrem karena bahan mudah terbakar seperti cat, thinner, dan pelarut lain yang tersimpan di dalam ruko.

Upaya pemadaman dengan air semata tidak efektif; petugas menambahkan bahan kimia penekan api untuk mengendalikan kilatan.

Setelah dua jam pertempuran, api berhasil dipadamkan dan bangunan dinyatakan terkendali.

Saat penyisiran, petugas menemukan jasad seorang wanita di lantai tiga yang tidak sempat keluar.

Korban dipastikan merupakan ibu dari pemilik ruko, yang terperangkap di antara reruntuhan dan api yang menyala.

Kedua orang lainnya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan.

Selain korban jiwa, tiga penghuni lain berhasil dievakuasi dengan selamat oleh warga dan tim penyelamat.

Menurut saksi mata bernama Udin, jerigen thinner terletak di sudut ruang penyimpanan lantai bawah dan mulai mengeluarkan asap sebelum terbakar.

Udin menambahkan, “Pemilik toko sempat mencoba mengeluarkan jerigen itu, tetapi api sudah menyambar barang-barang lain dan meluas dengan cepat.”

Seorang petugas pemadam kebakaran yang tidak disebutkan namanya menyatakan, “Karakteristik bahan kimia di dalam ruko membuat api sulit dipadamkan dan menimbulkan ledakan berulang.”

Petugas mencatat adanya tiga kali ledakan kuat yang memaksa warga menjauh dari bangunan.

Tim pemadam melaporkan penggunaan air campur deterjen untuk menurunkan suhu dan mencegah penyebaran ke bangunan tetangga.

Lokasi ruko berada di kawasan padat penduduk, sehingga potensi bahaya meluas menjadi perhatian utama.

Kejadian ini menambah daftar kebakaran besar terkait cat dan thinner di Medan dalam beberapa minggu terakhir.

Beberapa hari sebelumnya, pabrik cat dan thinner di Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, juga mengalami kebakaran hebat.

Pabrik tersebut dilaporkan terbakar saat pekerja membongkar muatan cat dan thinner dari truk, memicu enam ledakan kuat.

Walaupun tidak ada korban jiwa di pabrik tersebut, kebakaran menimbulkan kerugian material mencapai miliaran rupiah.

Insiden serupa menyoroti risiko penyimpanan bahan kimia mudah terbakar di area komersial dan industri.

Pihak kepolisian Medan telah membuka penyelidikan untuk menentukan faktor teknis yang memicu api pertama kali.

Tim forensik akan memeriksa jerigen dan peralatan pencampuran untuk menilai apakah prosedur keselamatan diabaikan.

Jika terbukti kelalaian, pemilik usaha dapat dikenai sanksi administratif dan pidana sesuai undang‑undang keamanan bahan berbahaya.

Sementara itu, warga sekitar menunggu kepastian mengenai langkah pencegahan kebakaran di lingkungan mereka.

Beberapa tetangga mengusulkan pemasangan sistem alarm kebakaran dan pelatihan penanggulangan api bagi pelaku usaha.

Pemerintah Kota Medan dijadwalkan mengadakan sosialisasi tentang penyimpanan bahan kimia pada bulan mendatang.

Dalam upaya memulihkan kerugian, Asosiasi Pedagang Cat Medan menyatakan akan membantu korban melalui bantuan dana darurat.

Penutup, kebakaran ruko cat di Marelan menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan bahan kimia.

Petugas mengingatkan semua pelaku usaha untuk menerapkan prosedur pencegahan kebakaran demi melindungi nyawa dan harta benda.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.