Media Kampung – 11 April 2026 | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Budi Sunarko menegaskan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak El Nino melalui pengelolaan sumber daya air.

Ia menyatakan bahwa penataan operasional Bendungan Gajah Mungkur menjadi prioritas utama untuk menjamin pasokan air bagi wilayah sekitarnya.

Gajah Mungkur yang terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari 1,4 miliar meter kubik dan menjadi andalan irigasi serta penyedia air baku.

Dalam video yang dirilis oleh CNBC Indonesia, Menteri PU menekankan bahwa koordinasi lintas sektor telah diperkuat sejak awal tahun.

Tim teknis Kementerian PU bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkiraan curah hujan dan suhu.

Data BMKG menunjukkan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, yang menjadi indikator kuat terjadinya fenomena El Nino.

Berdasarkan proyeksi BMKG, curah hujan di wilayah tengah dan selatan Jawa diperkirakan turun hingga 30 persen selama tiga bulan ke depan.

Penurunan curah hujan berpotensi menurunkan tingkat aliran sungai dan mengurangi cadangan air di bendungan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian PU mengimplementasikan strategi pelepasan air terkontrol dan pengaturan prioritas penggunaan.

“Kami akan mengoptimalkan penggunaan air dari Gajah Mungkur untuk memenuhi kebutuhan pertanian, industri, dan rumah tangga secara seimbang,” ujar Budi Sunarko.

Menteri menambahkan bahwa program rehabilitasi kanal irigasi dan perbaikan jaringan distribusi air sedang dipercepat.

Pemerintah daerah Wonogiri juga diminta meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui program edukasi petani dan masyarakat.

Selain itu, Kementerian PU menyiapkan pasokan air cadangan melalui pembangunan sumur resapan dan instalasi pompa darurat.

Upaya tersebut selaras dengan kebijakan nasional tentang ketahanan air yang tercantum dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) 2025.

Analisis para pakar menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur air dapat mengurangi dampak sosial ekonomi El Nino, terutama pada sektor pertanian.

Namun, pakar memperingatkan bahwa mitigasi hanya efektif bila diikuti dengan konservasi air di tingkat rumah tangga.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan operasional bendungan setiap minggu.

Dengan langkah ini, diharapkan pasokan air tetap stabil meski terjadi penurunan curah hujan yang signifikan.

Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap sumber daya air merupakan bagian integral dari upaya adaptasi iklim nasional.

Kondisi El Nino sedang dipantau secara intensif, dan kebijakan pengelolaan air Gajah Mungkur menjadi contoh respons proaktif pemerintah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.