Media Kampung – 08 April 2026 | Bio Farma, perusahaan farmasi milik negara, resmi menerima penghargaan PROPER Emas 2025 pada acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tersebut menandai pencapaian tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan perusahaan.

PROPER, singkatan Penilaian Kinerja Perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan, menilai perusahaan berdasarkan kriteria efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan mitigasi dampak lingkungan. Skor emas menandakan kepatuhan penuh serta inisiatif tambahan yang melampaui standar regulasi.

Bio Farma memperoleh skor emas setelah serangkaian audit yang melibatkan verifikasi penggunaan energi terbarukan pada fasilitas produksi vaksin dan serum. Data audit menunjukkan penurunan intensitas energi sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain energi, perusahaan juga berhasil mengurangi volume limbah berbahaya sebesar 30% melalui program daur ulang dan pemrosesan ulang bahan kimia sisa. Sistem pengelolaan limbah kini terintegrasi dengan platform digital yang memantau alur bahan secara real time.

Manajemen Bio Farma menegaskan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan dengan menargetkan netralitas karbon pada tahun 2035. Strategi ini mencakup investasi dalam pembangkit listrik tenaga surya di area pabrik utama.

Baca juga:

Direktur Utama Bio Farma, Dr. Rudi Hartono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas kontribusi dalam program hijau perusahaan. Ia menambahkan, ‘Penghargaan ini adalah bukti bahwa pertumbuhan industri farmasi dapat sejalan dengan pelestarian lingkungan.’

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Kepala Direktorat Pengendalian Pencemaran, Budi Santoso, mengakui peran Bio Farma dalam memperkuat standar lingkungan pada sektor farmasi. Menurutnya, contoh Bio Farma dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam mengimplementasikan praktik ramah lingkungan.

proper emas 2025 juga diberikan kepada beberapa perusahaan lain, namun Bio Farma menjadi satu-satunya perusahaan farmasi yang meraih penghargaan tertinggi tahun ini. Hal ini menegaskan posisi perusahaan sebagai pionir dalam integrasi keberlanjutan di industri kesehatan.

Penggunaan bahan baku organik dalam proses produksi vaksin menjadi salah satu faktor penilaian yang meningkatkan skor lingkungan Bio Farma. Kebijakan tersebut mendukung rantai pasokan yang lebih bersih dan mengurangi jejak karbon pada tahap awal produksi.

Program edukasi internal tentang praktik ramah lingkungan diluncurkan pada 2022, mencakup pelatihan penghematan energi dan pengelolaan limbah bagi seluruh staf produksi. Evaluasi tahunan menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan di antara karyawan sebesar 45%.

Selain penghargaan, Bio Farma berencana memperluas fasilitas produksi dengan standar bangunan hijau bersertifikasi LEED pada fase kedua pembangunan. Proyek ini dijadwalkan selesai pada akhir 2026 dan diharapkan menambah kapasitas produksi sebesar 20%.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan vaksinasi nasional, khususnya pada program imunisasi rutin dan respons terhadap pandemi. Kombinasi kapasitas produksi tinggi dan manajemen lingkungan yang baik diharapkan menurunkan biaya produksi per dosis.

Baca juga:

Analis pasar farmasi menilai bahwa penghargaan PROPER Emas dapat meningkatkan reputasi Bio Farma di mata investor institusional. Sebagai hasilnya, nilai saham perusahaan diproyeksikan mengalami kenaikan moderat dalam kuartal berikutnya.

Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam sektor industri sebagai bagian dari agenda pembangunan hijau 2025-2030. Langkah Bio Farma sejalan dengan kebijakan tersebut, memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta.

Masyarakat umum memberikan respons positif melalui media sosial, dengan ribuan komentar yang menyambut langkah perusahaan dalam mengurangi dampak lingkungan. Beberapa organisasi lingkungan mengapresiasi transparansi laporan tahunan yang dipublikasikan oleh Bio Farma.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan teknologi informasi, di mana sistem monitoring emisi berbasis IoT membantu mengidentifikasi titik-titik pemborosan energi. Data yang dihasilkan selanjutnya diolah menggunakan algoritma AI untuk mengoptimalkan proses produksi secara real time.

Ke depan, Bio Farma berencana mengintegrasikan konsep ekonomi sirkular pada seluruh lini produk, termasuk penggunaan kemasan yang dapat terurai secara biologis. Target ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan farmasi berkelanjutan pertama di Asia Tenggara.

Dengan pencapaian PROPER Emas 2025, Bio Farma memperkuat posisinya tidak hanya sebagai produsen vaksin terkemuka, tetapi juga sebagai contoh praktik bisnis bertanggung jawab. Prestasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan standar lingkungan pada industri farmasi nasional.

Penghargaan tersebut menutup rangkaian upaya Bio Farma sejak 2020 untuk mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi korporasi. Keberlanjutan kini menjadi elemen kunci dalam keputusan operasional dan investasi perusahaan.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.