Media Kampung – 07 April 2026 | Survei terbaru yang dirilis oleh Indikator menyoroti tingkat kepuasan tinggi pemudik terhadap kebijakan lalu lintas satu arah (one way) dan layanan posko Polri selama periode mudik Lebaran.

Data menunjukkan 77,6 persen responden menganggap pengaturan one way serta contraflow efektif dalam mengatur arus kendaraan.

Pengaturan tersebut diterapkan di sejumlah titik strategis, termasuk gerbang tol, ruas jalan utama, dan persimpangan penting.

Responden menilai bahwa pola aliran satu arah mengurangi kemacetan dan memperpendek waktu tempuh.

Sebagian besar pemudik melaporkan pengalaman perjalanan yang lebih lancar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selain aspek lalu lintas, survei juga menilai kepuasan terhadap posko kepolisian yang beroperasi di jalur mudik.

Posko Polri menyediakan layanan informasi, bantuan darurat, serta koordinasi penanganan insiden di sepanjang rute.

Sebagian besar pemudik menyatakan bahwa keberadaan posko meningkatkan rasa aman selama perjalanan.

Mereka menilai respons petugas cepat dan prosedur penanganan masalah berjalan sesuai standar.

Kebijakan one way diimplementasikan sejak awal September, menyesuaikan dengan proyeksi volume kendaraan yang meningkat drastis.

Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan melakukan koordinasi intensif untuk menentukan titik prioritas.

Penggunaan sistem contraflow memungkinkan penggunaan lajur yang biasanya berlawanan arah, sehingga meningkatkan kapasitas jalan.

Pengawasan melalui kamera CCTV dan patroli lapangan membantu menegakkan disiplin penggunaan lajur.

Kendaraan bermotor berat dan kendaraan pribadi mendapat arahan khusus untuk menghindari area rawan kemacetan.

Survei mencakup responden dari berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Mayoritas responden berusia antara 25 hingga 45 tahun, kelompok yang paling aktif dalam mudik.

Sebagian kecil mengkritik kurangnya informasi real-time di aplikasi transportasi digital.

Namun, mereka tetap mengakui perbaikan signifikan dibandingkan dengan kebijakan tahun lalu.

Polri menegaskan komitmen terus meningkatkan layanan posko, termasuk penambahan fasilitas kesehatan darurat.

Tim medis di posko dilengkapi dengan peralatan dasar serta obat-obatan penting untuk penanganan pertama.

Keberadaan posko juga berfungsi sebagai titik koordinasi bagi aparat keamanan lain, seperti Satpol PP.

Data survei mengindikasikan bahwa kepuasan pemudik berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas.

Statistik Korlantas menunjukkan penurunan kecelakaan fatal sebesar 12 persen dibandingkan periode mudik sebelumnya.

Penurunan tersebut dikaitkan dengan disiplin penggunaan jalur satu arah serta kehadiran posko yang sigap.

Pemerintah menilai hasil survei sebagai bukti keberhasilan kebijakan terpadu antara transportasi dan keamanan.

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa evaluasi berkelanjutan akan menjadi landasan perbaikan selanjutnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi informasi akan lebih dimanfaatkan untuk memberi peringatan dini kepada pemudik.

Sementara itu, Polri berencana menambah jumlah posko di wilayah yang sebelumnya tidak tercover.

Target penambahan posko mencapai 15 persen lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Kesimpulannya, survei menegaskan bahwa sebagian besar pemudik merasa puas dengan kebijakan one way dan layanan posko Polri, menandakan langkah positif dalam mengelola arus mudik Lebaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.