Media Kampung – 07 April 2026 | PT Aisin Indonesia dinyatakan penerima Anugerah Lingkungan PROPER Emas 2025 pada acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini menandai pencapaian tertinggi dalam rangkaian sertifikasi lingkungan yang menilai kinerja perusahaan.
Pengukuran PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) menilai perusahaan berdasarkan enam dimensi, termasuk kebijakan, manajemen, dan pelaporan. PT Aisin Indonesia berhasil memperoleh nilai total 93,6 poin, yang menempatkannya pada kategori Emas, level tertinggi.
Direktur Utama PT Aisin Indonesia, Bapak Rudi Hartono, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan. “Kami bertekad untuk terus mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam setiap tahap produksi,” ujarnya.
Perusahaan mengklaim telah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 22 persen sejak 2018 melalui penerapan teknologi proses yang lebih bersih. Selain itu, penggunaan energi terbarukan di pabrik mencapai 35 persen, menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah-langkah tersebut mencakup instalasi sistem pemulihan panas buang, peningkatan efisiensi mesin, dan optimalisasi penggunaan bahan baku daur ulang. Upaya ini tidak hanya menurunkan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas operasional.
Program pengelolaan limbah perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan, dengan tingkat daur ulang limbah padat mencapai 78 persen pada tahun 2024. Limbah cair yang dihasilkan telah melewati standar kualitas yang ditetapkan oleh Badan Lingkungan Hidup.
Tim audit independen yang ditunjuk Kementerian memberikan rekomendasi lanjutan, termasuk pengembangan inisiatif ekonomi sirkular. PT Aisin Indonesia berencana mengimplementasikan proyek pemanfaatan kembali komponen bekas menjadi bahan baku sekunder.
Penghargaan PROPER Emas ini diharapkan menjadi contoh bagi pemain industri otomotif lainnya dalam mengadopsi praktik berkelanjutan. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target net-zero Indonesia pada 2060.
Analisis lembaga konsultan lingkungan, GreenMetrics, menilai bahwa pencapaian PT Aisin Indonesia berada di atas rata-rata industri otomotif nasional. Laporan mereka mencatat bahwa hanya 12 persen perusahaan otomotif yang berhasil meraih kategori Emas dalam siklus penilaian terakhir.
Investor institusional mulai menaruh perhatian lebih pada kinerja ESG (Environmental, Social, Governance) perusahaan. Saham PT Aisin Indonesia menunjukkan kenaikan nilai sebesar 4,2 persen dalam seminggu setelah pengumuman penghargaan.
Keberhasilan ini juga selaras dengan program pemerintah yang mendorong industri untuk beralih ke teknologi hijau. Kementerian memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi standar PROPER Emas.
Menutup acara, Menteri Lingkungan Hidup, Budi Santoso, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan standar lingkungan. Ia berharap lebih banyak perusahaan otomotif mengikuti jejak PT Aisin Indonesia dalam rangka mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan