Media Kampung – 07 April 2026 | Patung peringatan Marsinah yang didirikan atas inisiatif pekerja se-Jawa Timur kini tergeletak di lahan kosong dekat KDMP Nglundo, Sukomoro, menimbulkan keprihatinan atas ketidaksesuaian rencana relokasi yang telah disepakati.
Patung berwarna emas tersebut berada di area terbuka tanpa perlindungan, padahal sebelumnya dijanjikan akan dipindahkan ke pintu masuk makam pahlawan buruh di desa setempat.
Pembuatan patung ini bermula dari gotong royong pekerja pada tahun 2013, dengan dana yang dikumpulkan secara kolektif serta izin langsung dari keluarga almarhumah Marsinah melalui Suraji, bertujuan mengabadikan perjuangan Marsinah untuk kesejahteraan buruh Indonesia.
Ketua DPC F‑Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, menegaskan pada Selasa (7/4) bahwa persetujuan relokasi telah diberikan oleh pihak desa dan seharusnya segera diimplementasikan.
Surat pernyataan tertanggal 28 April 2013 menjadi dasar legalitas pembuatan patung, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menempatkan karya tersebut di lokasi yang menghormati jasa Marsinah.
Kondisi patung yang kini terabaikan kontras dengan semangat solidaritas yang melatarbelakangi pembuatannya, menimbulkan persepsi bahwa nilai sejarahnya tidak mendapat perhatian yang layak.
Pemerintah daerah telah menyiapkan proyek monumen baru dan rumah singgah di sekitar area tersebut, namun Budi menilai patung asli yang memiliki nilai simbolik tinggi tidak boleh dibiarkan begitu saja di tanah terbuka.
Para aktivis dan warga berharap agar keputusan yang telah disepakati dapat segera diwujudkan, sehingga patung dapat kembali berdiri tegak di depan makam Marsinah sebagai penghormatan yang pantas.
Sejak diangkat menjadi Pahlawan Nasional, nama Marsinah tetap menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di dunia kerja, dan keberadaan patung tersebut seharusnya memperkuat ingatan kolektif masyarakat.
Dengan belum terpenuhinya rencana relokasi, patung tetap menjadi saksi bisu ketidakpastian penanganan warisan budaya, dan pihak terkait diharapkan mempercepat proses agar simbol perjuangan Marsinah kembali ditempatkan di tempat yang semestinya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan