Media Kampung – 07 April 2026 | Polisi Polresta Bandara Soekarno-Hatta merespon panggilan 110 pada sore hari Selasa dan membantu seorang pria yang tampak kebingungan untuk kembali ke tempat asalnya di Terminal 2 bandara internasional.

Pria tersebut terlihat gelisah, tidak dapat menemukan gerbang keberangkatan, dan tampak kehilangan arah setelah melewatkan jadwal penerbangannya.

Terminal 2, yang menjadi pintu utama bagi penerbangan internasional, melayani ribuan penumpang setiap harinya sehingga situasi kebingungan dapat memicu kerumunan.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta, unit kepolisian khusus yang ditugaskan menjaga keamanan dan ketertiban di area bandara, segera dikerahkan setelah menerima laporan.

Nomor layanan darurat 110 berfungsi sebagai saluran bantuan non‑kriminal, termasuk bantuan kepada penumpang yang mengalami kesulitan di fasilitas publik.

Panggilan diteruskan ke pusat kontak 110 yang kemudian menyalurkan informasi lokasi dan kondisi kepada tim respons lapangan dalam hitungan menit.

Setibanya di Terminal 2, petugas melakukan observasi singkat, mengidentifikasi pria yang tampak kebingungan, dan memulai percakapan untuk memahami permasalahannya.

Petugas menanyakan identitas, tujuan perjalanan, dan mengapa ia berada di area yang tidak dikenalnya, sambil menawarkan bantuan secara tenang.

Setelah mendapatkan keterangan, polisi mengantar pria tersebut ke meja informasi bandara, memberikan petunjuk arah, dan membantu menghubungi pihak keluarga.

Koordinasi selanjutnya melibatkan staf bandara untuk menyiapkan taksi resmi, memastikan pria tersebut dapat pulang dengan aman tanpa harus menginap di bandara.

Pria yang bersangkutan mengucapkan terima kasih kepada petugas, menjelaskan bahwa ia sedang dalam perjalanan pribadi dan kehilangan jejak karena perubahan jadwal mendadak.

Seorang juru bicara Polresta Bandara menyatakan bahwa tim selalu siap menanggapi panggilan 110, termasuk kasus-kasus yang tidak melibatkan kejahatan, demi kenyamanan publik.

Insiden serupa sebelumnya pernah terjadi, di mana petugas membantu penumpang yang kehilangan bagasi atau mengalami masalah medis, menunjukkan peran proaktif kepolisian di lingkungan bandara.

Kerja sama antara polisi, petugas keamanan, dan staf maskapai menjadi faktor kunci dalam menjaga ketertiban serta memberikan layanan cepat kepada penumpang.

Respons cepat dalam kasus ini menegaskan pentingnya layanan darurat 110 bagi publik, sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna Bandara Soekarno-Hatta.

Pria tersebut berhasil meninggalkan bandara dengan selamat, sementara petugas melanjutkan patroli untuk memastikan situasi tetap terkendali di Terminal 2.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.