Media Kampung – 07 April 2026 | Ledakan yang terjadi pada 4 April 2024 di pabrik PT Great Wall Steel, Sidoarjo, menimbulkan kerusakan pada lima rumah warga yang berdekatan dengan area produksi. Kejadian dilaporkan sekitar pukul 14.30 WIB ketika proses pengelasan memicu percikan api yang mengakibatkan ledakan gas di dalam fasilitas.
Akibat getaran kuat, atap beberapa rumah hancur sebagian dan plafon di dalam ruangan runtuh, menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan. Empat rumah mengalami kerobohan atap, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada dinding luar akibat tekanan gelombang ledakan.
Warga yang rumahnya terdampak, Budi Santoso, mengaku terkejut saat melihat atap rumahnya terangkat beberapa meter. “Saya tidak menyangka suara ledakan akan begitu keras sehingga atap rumah kami terbang,” ujar Budi dalam pernyataan singkat di lokasi.
Pihak manajemen PT Great Wall Steel menyampaikan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kegagalan sistem katup gas sebagai penyebab utama ledakan. Direktur operasional pabrik, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa seluruh proses produksi telah dihentikan dan tim teknis sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Petugas Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo segera melakukan evakuasi sementara bagi penghuni rumah yang rusak dan menyiapkan bantuan darurat. Kepala BPBD, Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa tim inspeksi akan menilai keamanan area pabrik sebelum aktivitas produksi dapat dilanjutkan kembali.
Insiden serupa pernah terjadi di wilayah industri Sidoarjo pada tahun 2020, ketika sebuah pabrik kimia mengalami kebocoran bahan berbahaya yang menimbulkan evakuasi massal. Pengalaman tersebut menjadi acuan bagi otoritas lokal dalam menanggapi kejadian kali ini dengan prosedur yang lebih cepat.
Kelima keluarga yang terdampak kini berada di tenda darurat yang disediakan pemerintah setempat, sementara pihak pabrik berjanji akan memberikan ganti rugi sesuai penilaian kerusakan. Sejumlah warga menantikan proses kompensasi yang transparan dan penyelesaian secepatnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berjanji akan memperketat pengawasan terhadap instalasi gas dan prosedur keselamatan di semua fasilitas industri. Rencana revisi regulasi keamanan kerja akan dipresentasikan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian.
Kasus ini menambah tekanan pada pembuat kebijakan untuk meninjau kembali standar operasional di sektor manufaktur, khususnya yang melibatkan bahan mudah terbakar. Penguatan inspeksi rutin dan pelatihan keselamatan menjadi prioritas utama guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan lima rumah warga yang mengalami kerusakan signifikan, situasi di sekitar pabrik tetap berada dalam pengawasan ketat. Upaya pemulihan dan penegakan regulasi diharapkan dapat mengembalikan rasa aman bagi masyarakat Sidoarjo dalam waktu dekat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan