Media Kampung – 06 April 2026 | Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) mengumumkan keberhasilan program Motor Gratis (Motis) 2026 yang berhasil mengangkut 12.419 motor pemudik dari Jakarta.

Target awal program ditetapkan sebesar 12.000 unit, sehingga pencapaian ini menunjukkan kelebihan 419 motor.

Program Motis diluncurkan menjelang masa mudik Lebaran untuk mengurangi kemacetan dan memberikan bantuan transportasi bagi pengendara motor.

Kendaraan motor yang diangkut dipindahkan menggunakan kereta api khusus, memanfaatkan ruang gerbong kargo yang telah disesuaikan.

Selama periode operasional, DJKA mengoperasikan tiga layanan kereta Motis yang berangkat dari stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Jatinegara.

Baca juga:

Setiap layanan mengangkut rata-rata 4.000 motor, dengan jadwal harian yang disesuaikan untuk memenuhi permintaan pemudik.

Kepala Direktorat Perkeretaapian, Irwan Hidayat, menyatakan bahwa program ini berhasil menurunkan volume kendaraan di jalan raya selama masa libur.

Irwan menambahkan bahwa penurunan kemacetan di tol dan jalur utama diperkirakan mencapai 5-7 persen.

Data DJKA menunjukkan bahwa sejak awal Desember hingga akhir Januari, total motor yang dikirim lewat kereta meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, jumlah motor yang diangkut melalui Motis hanya mencapai 9.800 unit, jauh di bawah target.

Peningkatan ini diatributkan pada peningkatan kapasitas gerbong, penambahan armada lokomotif, dan koordinasi yang lebih baik dengan operator kereta.

Pemerintah Kementerian Perhubungan juga memberikan dukungan logistik, termasuk penyediaan fasilitas parkir sementara di stasiun tujuan.

Pemudik yang memanfaatkan layanan Motis melaporkan pengalaman yang lebih nyaman dibandingkan mengemudi di jalan yang padat.

Seorang pemudik, Budi Santoso, mengaku bahwa proses loading motor ke kereta berlangsung cepat dan petugas membantu dengan ramah.

Budi menambahkan bahwa ia merasa lebih aman karena motor tidak terpapar risiko kecelakaan di jalan.

Baca juga:

Petugas di stasiun Gambir mencatat bahwa rata-rata waktu loading per motor hanya memerlukan tiga menit.

Proses loading dilakukan dengan menggunakan alat pengangkat khusus yang mengurangi beban kerja manual.

Selain mengangkut motor, program Motis juga menyediakan ruang bagi sepeda motor listrik, mendukung kebijakan ramah lingkungan.

DJKA menargetkan bahwa pada tahun 2027, kapasitas pengangkutan akan ditingkatkan menjadi 15.000 motor per musim mudik.

Untuk mencapai target tersebut, pihak Direktorat berencana menambah dua kereta kargo tambahan dan memperluas jaringan stasiun pemberhentian.

Analisis transportasi nasional menunjukkan bahwa pergeseran kendaraan ke jalur kereta dapat mengurangi emisi CO2 hingga 200 ribu ton per tahun.

Pemerintah berharap program Motis dapat menjadi model bagi daerah lain yang mengalami masalah kemacetan selama libur panjang.

Beberapa provinsi di Jawa Barat dan Jawa Tengah telah menyatakan minat untuk mengadopsi skema serupa.

Kritik tetap muncul mengenai biaya operasional dan kebutuhan investasi infrastruktur tambahan.

DJKA menanggapi dengan menyatakan bahwa biaya per unit motor yang diangkut lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar dan kerusakan jalan.

Baca juga:

Evaluasi internal menunjukkan bahwa program menghasilkan penghematan anggaran transportasi sebesar 12 persen.

Selain manfaat ekonomi, program ini juga meningkatkan rasa kebersamaan antarwarga, karena banyak pemudik menunggu bersama di stasiun.

Media sosial mencatat peningkatan positif terhadap program, dengan ribuan komentar mendukung inisiatif tersebut.

Sebagai penutup, DJKA menegaskan komitmen untuk terus mengoptimalkan layanan Motis, memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

Keberhasilan mengangkut 12.419 motor menjadi bukti bahwa integrasi moda transportasi dapat menjadi solusi praktis dalam mengatasi kemacetan musiman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.