Media Kampung – 06 April 2026 | Badan Pengawas Narkotika dan Obat-obatan (BAPANAS) menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengurangi dampak El Nino yang diproyeksikan akan berlangsung hingga akhir tahun.
Pemerintah Kementerian Pertanian menegaskan komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan stok cadangan beras dan komoditas penting lainnya.
Saat ini, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 4,4 juta ton, yang dianggap cukup untuk menahan fluktuasi pasokan selama periode kekeringan.
Selain beras, pemerintah juga memperbanyak persediaan pangan pokok lainnya, termasuk jagung, kedelai, dan singkong, guna memastikan ketersediaan bahan makanan bagi masyarakat.
Salah satu strategi utama yang diintensifkan adalah program pompanisasi, di mana lebih dari 80.158 unit pompa air telah dialokasikan untuk kelompok tani sejak tahun 2025.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan rencana penambahan sekitar 40.000 unit pompa air tambahan untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang lebih parah.
Pompa-pompa tersebut akan dipasang di daerah rawan kekeringan, khususnya di wilayah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Selatan, menurut data Kementerian Pertanian.
“Dengan pompanisasi yang kuat, petani tidak perlu khawatir lagi tentang ketersediaan air selama musim kemarau panjang,” ujar Mentan dalam kunjungan ke Gudang Bulog Panaikang di Makassar.
Ia menegaskan bahwa selain pompa, perbaikan sistem irigasi dan pengoptimalan lahan rawa menjadi prioritas untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Program optimalisasi lahan rawa mencakup rehabilitasi lahan basah yang sebelumnya terdegradasi, sehingga dapat menyimpan air lebih lama dan mendukung pertanian dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.
Pemerintah juga mendorong penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, termasuk padi varietas IR64 dan varietas jagung hybrid yang lebih efisien dalam penggunaan air.
Petani di beberapa provinsi telah menerima bibit tahan kering melalui distribusi BPN (Badan Penelitian dan Pengembangan) sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Selain teknologi, pemerintah meningkatkan koordinasi dengan lembaga penelitian untuk memantau kondisi cuaca secara real time dan memberikan peringatan dini kepada petani.
Sistem peringatan dini tersebut terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyediakan data curah hujan dan suhu secara akurat.
Data tersebut memungkinkan petani menyesuaikan pola tanam, misalnya memindahkan penanaman padi ke daerah yang masih memiliki kelembapan cukup.
Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan produksi beras nasional sebesar 5 persen pada tahun 2026 melalui kombinasi pompanisasi, varietas unggul, dan peningkatan luas tanam.
Sebagai langkah tambahan, pemerintah menyiapkan dana bantuan khusus untuk petani kecil yang terdampak kekeringan, termasuk subsidi pupuk dan pestisida.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi dan menjaga margin keuntungan petani tetap stabil.
BAPANAS juga menyoroti pentingnya edukasi petani mengenai praktik konservasi tanah dan manajemen air yang efisien.
Program pelatihan tersebut dilaksanakan melalui penyuluhan lapangan dan modul daring yang diakses oleh ribuan petani di seluruh Indonesia.
Mentan menegaskan bahwa pengalaman menghadapi El Nino pada tahun 2015, 2023, dan 2024 memberikan pelajaran berharga bagi kebijakan saat ini.
“Kami telah belajar dari kejadian sebelumnya, sehingga kesiapan kami lebih matang dan tidak lagi bersifat reaktif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko produksi.
Menurut data internal, wilayah yang telah menerima pompa tambahan menunjukkan peningkatan hasil panen padi hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, BAPANAS menilai bahwa Indonesia berada pada posisi yang lebih kuat untuk menghadapi potensi El Nino “Godzilla” yang diperkirakan lebih intens.
Pemerintah tetap memantau situasi cuaca secara intensif dan siap menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.
Keseluruhan upaya mitigasi diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan pasokan cukup bagi seluruh rakyat Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan