Media Kampung – 05 April 2026 | Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, melakukan kunjungan resmi ke kompleks Griya Pekerja yang berlokasi di kawasan industri Batam pada Senin pagi.
Griya Pekerja merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi pekerja migran, domestik, serta tenaga kerja sektor informal di wilayah Kepulauan Riau.
Program ini dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak swasta dalam rangka meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Setiap unit rumah dirancang dengan standar keamanan, ventilasi yang baik, serta akses ke fasilitas umum seperti ruang serbaguna dan area bermain anak.
Saiful Hidayat menegaskan bahwa penyediaan hunian terjangkau merupakan bagian integral dari upaya perlindungan sosial bagi pekerja.
Pada kunjungan tersebut, ia berkeliling unit-unit yang telah selesai dibangun serta memeriksa kualitas material dan penyelesaian interior.
Beberapa pekerja yang menempati Griya Pekerja menyampaikan rasa puas atas lingkungan yang lebih bersih dan aman dibandingkan dengan tempat tinggal sebelumnya.
Seorang pekerja asal Jawa Barat, Ahmad, mengaku bahwa keberadaan Griya Pekerja mengurangi beban biaya sewa yang sebelumnya menghabiskan hampir setengah pendapatan bulanan.
Ia menambahkan bahwa fasilitas kebersihan dan ruang serbaguna membantu meningkatkan rasa kebersamaan antar penghuni.
Di sisi lain, seorang tenaga kerja perempuan, Siti, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai akses transportasi publik menuju lokasi kerja di Batam.
Saiful Hidayat mencatat catatan tersebut dan berjanji akan berkoordinasi dengan otoritas transportasi setempat untuk memperbaiki konektivitas.
Direksi BPJS Ketenagakerjaan juga meninjau data okupansi yang menunjukkan tingkat hunian mencapai 85 persen sejak peluncuran fase pertama.
Data tersebut mencerminkan tingginya permintaan akan hunian terjangkau di antara pekerja migran yang sebagian besar tinggal di daerah padat penduduk.
Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan berencana menambah 1.200 unit rumah di Batam pada tahun fiskal mendatang sebagai bagian dari program perpanjangan.
Anggaran tambahan diharapkan dapat dipenuhi melalui sinergi antara dana pemerintah pusat, alokasi daerah, serta kontribusi lembaga keuangan mikro.
Saiful Hidayat menekankan pentingnya transparansi penggunaan dana publik dalam proyek perumahan pekerja.
Ia menambahkan bahwa setiap tahapan pembangunan akan diawasi oleh tim independen untuk memastikan akuntabilitas.
Selama kunjungan, tim BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan sesi dialog terbuka dengan penghuni Griya Pekerja selama kurang lebih satu jam.
Beberapa peserta mengajukan usulan penambahan ruang belajar bagi anak-anak pekerja yang masih berusia sekolah dasar.
Direktur menanggapi usulan tersebut dengan menyatakan bahwa program pendidikan informal akan menjadi bagian dari fase pengembangan selanjutnya.
Selain itu, pekerja menyoroti pentingnya layanan kesehatan di dekat kompleks perumahan.
Saiful Hidayat berjanji akan mempercepat kerja sama dengan puskesmas setempat untuk menyediakan layanan medis dasar secara reguler.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi BPBP (Badan Penanggulangan Bencana) daerah untuk menilai kesiapan Griya Pekerja menghadapi potensi bencana alam, mengingat Batam berada di zona rawan gempa.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa struktur bangunan telah memenuhi standar tahan gempa nasional.
Direksi menegaskan komitmen untuk terus memperkuat aspek keamanan struktural dalam setiap proyek perumahan pekerja.
Pada akhir kunjungan, Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota Batam atas dukungan logistik dan izin pembangunan.
Ia menutup pertemuan dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan hunian yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengembangan Griya Pekerja di Batam diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja.
Kebijakan ini selaras dengan agenda nasional untuk memperluas perlindungan sosial dan mengurangi ketimpangan akses perumahan.
Secara keseluruhan, kunjungan tersebut menegaskan peran strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur bagi pekerja.
Dengan menanggapi langsung aspirasi penghuni, direksi berharap program dapat terus beradaptasi dan memberikan dampak positif jangka panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan