Media Kampung – 04 April 2026 | Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo mengonfirmasi kerusakan signifikan akibat gempa magnitude 6,2 yang melanda Bitung, Sulawesi Utara pada Rabu dini hari.

Gempa tersebut menimbulkan retakan pada dinding beberapa gedung komersial, serta pecahnya kaca jendela di kawasan pusat bisnis kota.

Selain kerusakan struktural, tim PUPR mencatat terjadinya longsor di lereng bukit yang mengakibatkan penutupan jalan utama dan pemotongan listrik di sejumlah permukiman.

Dody menambahkan bahwa penilaian awal menunjukkan lebih dari 200 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara 12 bangunan publik memerlukan perbaikan struktural.

“Kami terus memantau situasi dan akan mempercepat penanganan agar layanan publik dapat kembali normal secepatnya,” ujar Dody dalam konferensi pers di kantor Kementerian.

Tim lapangan yang dikerahkan sejak pagi tadi telah melakukan evakuasi sementara bagi warga yang terjebak di daerah rawan longsor.

Penyelamatan dilakukan dengan bantuan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta unit SAR TNI.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa tidak diikuti tsunami, namun memperingatkan potensi aftershock selama 48 jam ke depan.

Pemerintah daerah Bitung bersama Dinas PUPR setempat menyiapkan posko bantuan yang menyediakan makanan, selimut, dan perlengkapan medis bagi korban.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun terdapat lima orang yang mengalami luka ringan dan telah dirawat di RS Bitung.

Data awal menunjukkan kerugian materi mencapai puluhan miliar rupiah, terutama pada sektor perdagangan dan transportasi.

Menteri menegaskan bahwa alokasi dana darurat sebesar Rp 150 miliar telah disetujui untuk mempercepat perbaikan infrastruktur kritis.

Pembangunan kembali jembatan yang rusak diperkirakan memakan waktu tiga minggu, dengan prioritas pada jalur evakuasi darurat.

Analisis geologi mengindikasikan bahwa wilayah Bitung berada di zona sesar aktif, sehingga risiko gempa bumi dan tanah longsor relatif tinggi.

Pakar kebencanaan Universitas Sam Ratulangi menambahkan bahwa pembangunan gedung harus memperhatikan standar tahan gempa yang lebih ketat.

Pemerintah pusat telah mengirimkan tim ahli untuk melakukan audit struktural pada bangunan publik yang terpengaruh.

Dody menutup konferensi dengan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi bencana alam.

Dengan langkah cepat dan dukungan sumber daya, diharapkan pemulihan Bitung dapat kembali normal dalam beberapa minggu ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.