Media Kampung – 04 April 2026 | Bank Mandiri mengumumkan penyaluran bantuan kepada korban gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Langkah ini diambil untuk mendukung pemulihan pasca bencana.

Bantuan tersebut mencakup dana tunai, distribusi paket kebutuhan pokok, dan pemulihan layanan perbankan di wilayah terdampak. Bank berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang wilayah tersebut terjadi pada tanggal 2 Juni 2026, menimbulkan kerusakan pada infrastruktur dan mengakibatkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah daerah mengaktifkan status darurat.

Sebagai bagian dari program tanggap bencana, Bank Mandiri membuka posko sementara di kota Manado dan Ternate. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan serta layanan perbankan dasar.

Kantor cabang utama Bank Mandiri di Surabaya mengirimkan tim relawan ke kedua provinsi. Tim tersebut bertugas memverifikasi kebutuhan, mengumpulkan data penerima, dan menyalurkan dana secara elektronik.

Penerima bantuan termasuk keluarga yang kehilangan rumah, pedagang pasar tradisional, serta pelaku usaha mikro di sektor pertanian dan perikanan. Semua penerima diwajibkan melaporkan penggunaan dana kepada bank.

Bank Mandiri juga memastikan layanan ATM dan internet banking tetap beroperasi di zona aman. Hal ini penting agar korban dapat mengakses tabungan dan melakukan transaksi keuangan.

Sebagai tambahan, bank menyediakan layanan konsultasi keuangan gratis di posko. Konsultasi tersebut membantu korban merencanakan penggunaan dana bantuan secara efisien.

Pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memantau proses distribusi untuk mencegah penyalahgunaan. Audit internal bank juga dilakukan secara berkala.

Menteri Keuangan menilai partisipasi sektor swasta, termasuk Bank Mandiri, sebagai elemen kunci dalam upaya pemulihan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan.

Bank Mandiri sebelumnya telah terlibat dalam penanggulangan bencana Tsunami Aceh 2004 dan Gempa Lombok 2018, menunjukkan komitmen jangka panjangnya. Pengalaman tersebut menjadi acuan dalam penanganan gempa terbaru.

Kepala cabang Bank Mandiri di Manado, Budi Santoso, menyatakan bahwa proses penyaluran berjalan lancar berkat dukungan masyarakat lokal. Ia menambahkan bahwa bank terus memantau kebutuhan yang muncul.

Masyarakat setempat menyambut positif bantuan tersebut, meski menilai masih ada tantangan dalam pemulihan infrastruktur jalan dan listrik. Beberapa warga berharap bantuan jangka panjang akan datang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 200 miliar untuk rekonstruksi fasilitas publik. Kolaborasi dengan Bank Mandiri diharapkan mempercepat alokasi dana.

Bank Mandiri menegaskan bahwa bantuan tidak bersifat satu kali, melainkan bagian dari program berkelanjutan hingga kondisi stabil. Program ini meliputi pelatihan kewirausahaan bagi korban.

Dengan kombinasi dana pemerintah, swasta, dan dukungan internasional, proses rehabilitasi diproyeksikan selesai dalam dua tahun. Bank Mandiri berkomitmen meninjau kembali kebijakan bantuan sesuai perkembangan.

Secara keseluruhan, penyaluran bantuan oleh Bank Mandiri menunjukkan peran aktif sektor perbankan dalam mitigasi bencana. Upaya ini memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi keuangan nasional.

Ke depan, bank berencana memperluas jaringan posko ke daerah terpencil lainnya yang masih terdampak. Langkah tersebut sejalan dengan agenda tanggap bencana yang lebih terintegrasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.