Media Kampung – 04 April 2026 | Seorang penumpang kereta api Sancaka terjatuh dan mengalami luka serius ketika berusaha melompat keluar dari gerbong yang sedang melaju di Stasiun Klaten, Jawa Tengah, pada sore hari.
Insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat kereta masih berada di lintasan utama stasiun dan belum berhenti sepenuhnya.
Saksi mata melihat korban berusaha melompati ambang pintu gerbong, namun kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke rel yang masih bergetar.
Tim medis yang berada di lokasi segera menurunkan korban ke ambulans, kemudian dibawa ke RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro untuk penanganan lebih lanjut.
Dokter di rumah sakit menyatakan bahwa korban mengalami luka pada bagian kaki dan punggung, serta memerlukan perawatan intensif selama beberapa hari.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi bahwa kereta Sancaka masih melanjutkan perjalanannya setelah penumpang lain dipindahkan ke gerbong lain.
Pernyataan resmi KAI menegaskan bahwa prosedur keamanan di stasiun telah dijalankan, namun menyesalkan kejadian ini sebagai peringatan bagi penumpang untuk tidak mencoba melompat saat kereta sedang bergerak.
Petugas stasiun Klaten melaporkan bahwa tidak ada laporan kerusakan pada peralatan sinyal maupun jalur akibat insiden tersebut.
Polisi setempat membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti tindakan melompat korban, termasuk kemungkinan faktor kelelahan atau ketidaktahuan akan risiko.
Sementara itu, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian serupa yang dapat mengancam keselamatan di jalur kereta api.
Kejadian ini menambah catatan beberapa insiden serupa di jaringan kereta api Indonesia, di mana penumpang kadang berusaha keluar sebelum kereta berhenti total.
Para ahli transportasi menekankan pentingnya edukasi publik mengenai prosedur naik turun kereta, serta penegakan aturan yang lebih ketat di pintu gerbong.
Selain itu, mereka menyarankan pemasangan tanda peringatan visual dan audio yang lebih jelas di setiap stasiun untuk mencegah tindakan berbahaya.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi KAI dalam meningkatkan standar keamanan serta meningkatkan kesadaran penumpang akan risiko melompat dari kereta yang sedang bergerak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan