Media Kampung – 04 April 2026 | Dua remaja di Yogyakarta mengalami luka serius setelah terlibat duel menggunakan pisau, yang dipicu oleh perintah keluar dari geng Vascal.
Insiden terjadi di kawasan Kromengan, Sleman, pada sore hari Rabu, ketika kedua pemuda itu dipertemukan oleh anggota gang.
Pihak yang menuntut mereka keluar dari geng mengarahkan duel dengan gaya gladiator, masing‑masing mengacungkan pisau lurus ke arah lawan.
Akibat perkelahian, salah satu remaja mengalami luka sayatan di lengan dan bahu, sementara yang lain mengalami luka gores di kaki.
Polisi setempat segera mengevakuasi korban ke rumah sakit Dr. Sardjito dan menahan satu tersangka yang diduga menjadi inisiator duel.
Juru bicara Polresta Yogyakarta, Kombes Pol. Arifin, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan akan mengusut motif serta pihak‑pihak yang terlibat.
Keluarga korban pertama mengungkapkan kekhawatiran mereka atas ancaman gang, menambahkan bahwa anaknya dipaksa memilih antara menyerah atau melawan.
Ketua RW setempat, H. Suharno, menegaskan bahwa warga wilayah tersebut menolak kekerasan semacam ini dan meminta aparat meningkatkan pengawasan.
Kasus serupa pernah terjadi di Surabaya pada 2022, ketika dua remaja terlibat perkelahian serupa yang berujung pada penahanan beberapa anggota gang.
Pihak kepolisian menilai tindakan duel dengan senjata tajam termasuk pelanggaran Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Jika terbukti bersalah, tersangka dapat dijerat dengan ancaman hukuman penjara hingga lima tahun, ditambah denda.
Investigasi lanjutan akan memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi dan menginterogasi saksi mata untuk menegakkan proses hukum.
Kejadian ini menambah catatan meningkatnya aksi kekerasan remaja yang dipicu oleh tekanan kelompok di wilayah Yogyakarta.
Polisi menghimbau masyarakat melaporkan setiap tanda‑tanda ancaman geng agar dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan