Media Kampung – 04 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan lift tangga di Stasiun Cikini, Jakarta, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan penumpang dengan kebutuhan khusus.
Fasilitas baru ini menghubungkan jalur masuk utama dengan peron, memudahkan pergerakan penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Pembangunan lift dimulai pada awal tahun lalu dengan dukungan dana daerah dan sponsor swasta, menandai komitmen bersama terhadap inklusivitas transportasi umum.
Desain lift mengusung standar internasional, termasuk tombol braille, pencahayaan yang cukup, serta ruang cukup untuk kursi roda.
Selama fase uji coba, petugas stasiun melakukan pemantauan rutin untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem.
Hasil evaluasi awal menunjukkan waktu tunggu rata-rata hanya tiga menit, jauh lebih cepat dibandingkan penggunaan tangga tradisional.
Sejumlah pengguna memberikan respons positif setelah mencoba fasilitas tersebut.
“Saya tidak lagi harus meminta bantuan orang lain untuk naik ke peron,” ujar Budi, pensiunan berusia 68 tahun.
Ia menambahkan bahwa lift memberikan rasa mandiri yang selama ini terabaikan.
Seorang ibu hamil, Siti, menyatakan rasa lega karena tidak perlu menanggung beban berat saat membawa stroller.
“Dengan lift, saya bisa lebih fokus pada kesehatan janin,” ujarnya.
Pengguna difabel, Ahmad, yang menggunakan kursi roda, menilai lebar pintu lift sangat memadai.
Ia menegaskan pentingnya keberadaan lift untuk mengurangi risiko kecelakaan di area peron.
Petugas KAI menuturkan bahwa pelatihan khusus telah diberikan kepada staf untuk membantu penumpang yang membutuhkan bantuan.
Tim layanan pelanggan juga menyiapkan panduan penggunaan lift dalam bentuk poster berbahasa Indonesia dan Inggris.
Penambahan lift diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna hingga 15 persen dalam enam bulan ke depan.
Para aktivis hak disabilitas menyambut baik langkah ini, namun menekankan perlunya penerapan serupa di stasiun lain.
“Kami berharap kebijakan ini menjadi standar nasional, bukan hanya contoh eksperimental,” kata Rina, koordinator LSM.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap proyek aksesibilitas transportasi massal.
Gubernur DKI, Anies Baswedan, menegaskan bahwa inklusi harus menjadi prioritas dalam perencanaan infrastruktur publik.
Dalam rapat koordinasi, KAI berkomitmen menambah lift di lima stasiun utama lainnya selama dua tahun ke depan.
Strategi ini sejalan dengan Rencana Umum Transportasi Daerah (RUTD) yang menargetkan 100 persen stasiun ramah disabilitas pada 2030.
Analisis biaya manfaat menunjukkan bahwa investasi lift dapat menurunkan biaya medis terkait kecelakaan di peron hingga 8 persen.
Selain meningkatkan akses, fasilitas ini juga berpotensi menarik lebih banyak penumpang senior, memperluas basis pengguna KRL.
Kepala Divisi Operasi KRL, Andi Prasetyo, menyatakan bahwa peningkatan layanan ini merupakan bagian dari agenda modernisasi jaringan kereta api.
Ia menambahkan bahwa keamanan sistem lift telah teruji dengan standar IEC 60617.
Pengguna yang mengakses lift diminta untuk menekan tombol khusus yang mengaktifkan alarm darurat bila diperlukan.
Sistem kamera CCTV terintegrasi juga memantau aktivitas dalam lift, memastikan respons cepat bila terjadi masalah.
Selama bulan pertama operasional, tidak ada insiden signifikan yang dilaporkan, menandakan kesiapan operasional yang baik.
Penelitian independen oleh Universitas Indonesia mengkonfirmasi bahwa kepuasan penumpang difabel meningkat 22 persen setelah lift beroperasi.
Peneliti tersebut menekankan pentingnya melanjutkan survei kepuasan secara periodik untuk perbaikan berkelanjutan.
Dengan kehadiran lift, Stasiun Cikini kini menjadi salah satu contoh sukses integrasi aksesibilitas dalam transportasi perkotaan.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi jaringan kereta api lain di Indonesia.
Pengguna diharapkan terus memberikan masukan untuk menyempurnakan layanan di masa mendatang.
Secara keseluruhan, penambahan lift di Stasiun Cikini menandai langkah konkret menuju transportasi publik yang lebih inklusif dan ramah pengguna.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan