Media Kampung – 03 April 2026 | Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI, mengunjungi rumah duka Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi pada Rabu, 1 April 2026 bersama istri dan pejabat tinggi Mabes TNI. Dalam kunjungan itu ia menyampaikan bahwa Kapten Zulmi dan rekan-rekannya yang gugur dalam serangan di Lebanon Selatan akan menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp30 juta per anak serta bantuan Asabri sebesar Rp350 juta untuk keluarga almarhum. Selain itu, gaji penuh selama 12 bulan, tunjangan pensiun, dan tabungan hari tua akan diberikan sesuai ketentuan militer.

Mengenai jenazah, Jenderal Agus menyatakan proses pemulangan ke Indonesia sedang dipercepat dan akan selesai sesegera mungkin. Ia juga menegaskan bahwa prajurit yang terluka telah dipindahkan ke rumah sakit di Beirut dan mendapat perawatan yang memadai.

Insiden yang menewaskan tiga anggota TNI terjadi pada 29‑30 Maret 2026 ketika tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit di wilayah Sector East Mobile Reserve. Korban tewas meliputi Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, ledakan terjadi pada kendaraan konvoi saat mendukung mobilisasi antara Mako Sektor Timur UNIFIL dan Mako Satgas Yonmek TNI Konga, pada saat eskalasi konflik di perbatasan Lebanon‑Israel sedang memuncak. Ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih diselidiki oleh tim investigasi UNIFIL.

Dua prajurit yang mengalami luka, Letnan Inf. Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, dievakuasi ke St. George Hospital, Beirut, dan saat ini berada dalam perawatan intensif. Tim medis TNI memastikan bahwa semua prosedur penanganan medis telah sesuai standar operasional prosedur UNIFIL.

Brigjen Romel Jangga Wardhana, Komandan Pusdiklatpassus Kopassus, yang turut takziah ke rumah duka, menggambarkan Kapten Zulmi sebagai prajurit berbakat dengan kemampuan analisa luar biasa yang pernah ia lihat saat keduanya bertugas di Papua. Romel juga menyoroti ketakwaan Zulmi yang konsisten menjalankan ibadah, berpuasa, dan memimpin pengajian meski tugas operasional menuntut banyak waktu.

Ayah almarhum, Iskandar Rudi, menyambut kedatangan jajaran TNI dengan rasa duka yang mendalam namun mengapresiasi penghargaan yang diberikan negara kepada putranya. Keluarga menegaskan harapan agar bantuan pendidikan dan keuangan dapat meringankan beban mereka ke depan.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proses investigasi, mempercepat repatriasi jenazah, serta menyalurkan bantuan sesuai janji yang telah diumumkan, sambil terus memantau situasi keamanan TNI di misi UNIFIL. Kejadian ini menambah tekanan bagi diplomasi Indonesia dalam upaya menurunkan ketegangan di wilayah Lebanon‑Israel.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.