Media Kampung – 02 April 2026 | Tim SAR gabungan memasuki hari ketiga pencarian Mohammad Sheva Yusuf, 22 tahun, wisatawan asal Cianjur yang hilang di Pantai Papuma, Jember. Operasi hingga Senin sore belum menghasilkan temuan.
Kejadian terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.47 WIB, saat korban bersama dua temannya berada di bibir pantai dekat tebing Siti Hinggil. Mereka melanggar zona larangan dan berusaha mengabadikan selfie ketika ombak besar datang tiba‑tiba.
Dua orang teman berhasil menyelamatkan diri, sementara Sheva terseret arus dan hilang. Pihak berwenang mencatat korban resmi dinyatakan hilang sejak Sabtu pagi.
Pusat Pengendalian Operasi SAR (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember mengkoordinasikan tim relawan, TNI, Polri, Basarnas, dan PT Perhutani dalam upaya pencarian. Tim terbagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang bekerja secara bersamaan.
Pencarian dilakukan dengan perahu karet yang menyisir radius empat kilometer dari lokasi kejadian hingga Pantai Watu Ulo. Tim berupaya menelusuri garis pantai secara sistematis untuk mengidentifikasi jejak korban.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan ombak di Pantai Papuma sangat tinggi dan bergejala ekstrem, menghambat pergerakan perahu karet. Ia menambahkan kondisi laut yang tidak menentu menjadi faktor utama kegagalan temuan hingga kini.
Karena gelap mulai menjelang sore, operasi SAR dihentikan pada pukul 17.00 WIB untuk menjaga keselamatan tim pencari. Rencana pencarian lanjutan dijadwalkan pada Selasa pagi, pukul 07.00 WIB.
Posko di Kantor Pengelola Pantai Papuma menjadi pusat koordinasi bagi keluarga korban, relawan, dan aparat. Keluarga terus memantau perkembangan melalui posko tersebut.
Selain BPBD, Basarnas Pos Jember, serta organisasi relawan MDMC, Siluman Rescue, dan Senkom turut serta dalam operasi. Keterlibatan mereka mencerminkan sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana lokal.
Puskesmas setempat menyediakan layanan medis bagi tim SAR yang mengalami kelelahan atau cedera ringan selama pencarian. Fasilitas tersebut juga siap menanggapi potensi korban lain bila ditemukan.
Petugas menegaskan kembali pentingnya mematuhi rambu larangan di area pantai guna mencegah insiden serupa. Masyarakat diimbau tidak memasuki zona terlarang meski tujuan hanya selfie atau rekreasi.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa Pantai Papuma dikenal dengan ombak yang tidak stabil, terutama pada musim hujan. Pengunjung diharapkan mengecek kondisi laut sebelum beraktivitas di kawasan tersebut.
Kejadian ini menambah catatan kecelakaan pantai di wilayah Jawa Timur yang sering dipicu oleh perilaku melanggar aturan. Data BPBD menunjukkan peningkatan laporan korban tenggelam selama tiga tahun terakhir.
Analisis ahli kelautan menyebut bahwa kombinasi arus kuat dan pasang naik dapat menghasilkan gelombang setinggi tiga meter di Papuma. Fenomena tersebut dapat menggeser objek di permukaan laut secara cepat.
Tim SAR akan menambah penggunaan drone pemantau pada hari keempat untuk memperluas cakupan pencarian di zona yang sulit dijangkau perahu. Teknologi ini diharapkan dapat mendeteksi jejak visual atau jejak buatan manusia di pantai.
Jika korban tetap tidak ditemukan, pihak berwenang akan mengumumkan statusnya sebagai orang hilang dan melanjutkan proses identifikasi. Keluarga korban berharap hasil pencarian dapat memberikan kepastian.
Masyarakat setempat menanggapi insiden dengan rasa prihatin dan mengingatkan wisatawan untuk lebih berhati‑hati. Beberapa nelayan melaporkan peningkatan aktivitas ombak sejak awal minggu ini.
Pemerintah Kabupaten Jember berjanji meningkatkan penandaan zona bahaya dan menambah patroli pantai guna mencegah pelanggaran lebih lanjut. Langkah tersebut akan diintegrasikan dalam program edukasi keselamatan pantai daerah.
Sementara itu, tim SAR tetap berkomitmen menyelesaikan pencarian meski kondisi laut menantang. Semangat kerja sama antar lembaga menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan.
Penutupan operasi hari ini tidak menghilangkan harapan; pencarian akan dilanjutkan pada dini hari selasa dengan dukungan seluruh elemen terkait. Situasi tetap dipantau secara intensif oleh otoritas setempat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan