Media Kampung – 02 April 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) melaporkan gangguan sementara pada aplikasi mobile banking BRImo pada Rabu, 1 April 2026, yang sepenuhnya dipulihkan menjelang siang.

Masalah tersebut memengaruhi ribuan nasabah di seluruh Indonesia, memicu pertanyaan luas di media sosial.

BRI menjelaskan bahwa layanan sedang menjalani pemeliharaan terjadwal untuk meningkatkan kinerja dan keamanan.

Bank menyarankan pengguna untuk mengantisipasi akses tidak stabil dan memeriksa saldo akun mereka nanti.

Gangguan dimulai sekitar pukul 06:30 WIB, saat pengguna dapat masuk tetapi tidak melihat data transaksi, hanya sebuah titik yang menandakan saldo kosong.

Hingga 07:30 WIB, banyak nasabah melaporkan saldo mereka muncul sebagai Rp0, menimbulkan kekhawatiran akan kehilangan dana.

Pesan di layar berbunyi, “Mohon maaf, kami belum bisa memproses transaksimu. Jangan khawatir! Mohon tunggu beberapa saat,” menandakan backend masih dalam proses.

Pesan serupa muncul pada versi Android dan iOS.

Beberapa log teknis menyebutkan kode error 1005 serta HTTP 403 “You don’t have permission for this request,” mengindikasikan kegagalan otentikasi selama masa pemeliharaan.

Kode‑kode ini kemudian dikaitkan dengan pembatasan API sementara.

Feed media sosial dipenuhi screenshot error dan komentar panik, terutama dari nasabah yang melihat saldo turun menjadi nol.

Pihak bank menegaskan bahwa tampilan saldo nol tidak berarti dana hilang, melainkan masalah pemuatan data.

Melalui akun Instagram resmi @bankbri_id, BRI mengonfirmasi pemeliharaan dan meminta nasabah memantau akun secara berkala.

Postingan tersebut juga memperingatkan agar tidak mempercayai panggilan atau pesan yang mengaku dapat menyelesaikan masalah.

Pemantauan oleh Tirto.id menunjukkan bahwa pada pukul 07:49 WIB aplikasi telah kembali berfungsi penuh, memungkinkan transfer, pembayaran QRIS, dan cek saldo.

Nasabah melaporkan bahwa proses transaksi normal kembali beberapa menit setelahnya.

Secara paralel, kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami gangguan layanan yang lebih luas, mencakup BRImo, ATM, dan terminal BRILink.

Gangguan regional dimulai pada jam yang sama dan berlanjut hingga tengah hari.

Pengguna ATM melaporkan bahwa setelah tiga kali percobaan gagal, kartu otomatis terblokir dan mesin meminta perubahan PIN dengan biaya Rp5.000.

Biaya paksa tersebut menuai kritik karena terkesan memanfaatkan kegagalan teknis.

Pengusaha lokal Yanto Nesi, 35 tahun, menjelaskan bahwa gangguan menghentikan aliran kasnya, menghalangi pembayaran kontraktor untuk proyek baliho.

Ia memperingatkan bahwa outage semacam ini membahayakan usaha kecil yang sangat bergantung pada akses dana instan.

Seorang perwakilan BRI di Kupang menyatakan masalah berasal dari gangguan sistem pusat yang menyebar ke semua kanal downstream.

Staf menegaskan bahwa masalah bukan hanya terjadi di Kupang, melainkan merupakan bagian dari upgrade nasional.

BRI memastikan semua layanan, termasuk BRImo dan ATM, beroperasi normal kembali pada pukul 12:00 WIB setelah pemeliharaan selesai.

Bank menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan dan menegaskan komitmen pada keandalan layanan.

Nasabah juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap upaya phishing yang memanfaatkan kondisi gangguan, karena BRI tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon atau email.

Bank menyarankan melaporkan kontak mencurigakan secara langsung.

Insiden BRImo mengungkap tantangan pemeliharaan digital berskala besar, namun pemulihan cepat dan komunikasi jelas membantu meredam dampak lebih luas.

Para pemangku kepentingan berharap pembaruan terbaru akan mengurangi kemungkinan gangguan serupa di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.