Media Kampung – 01 April 2026 | Praka Farizal Rhomadhon, seorang Prajurit Kepala (Praka) yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon, akan dimakamkan di TPU Nambangan, Kulon Progo. Keputusan tersebut sesuai permintaan keluarga yang menginginkan pemakaman di kampung halaman.

Jenazahnya masih berada di lokasi UNIFIL, menunggu proses repatriasi yang belum selesai. Pihak militer belum memberikan jadwal pasti untuk pengiriman jenazah ke Indonesia.

Keluarga dan warga Ledok, Kalurahan Sidorejo, menunggu kepulangan jenazah di rumah duka yang dibuka sejak 1 April 2026. Suasana duka terasa tegang karena belum ada informasi terbaru.

Wakidi, kepala desa Ledok, menjelaskan bahwa pemakaman akan dilaksanakan di TPU Nambangan, berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka. Lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan kampung halaman keluarga.

Meski jarak dekat, liang lahat belum digali karena masih menunggu arahan resmi dari otoritas militer. Wakidi menegaskan bahwa proses pemakaman akan dimulai setelah jenazah tiba.

Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Dimar Bahtera, meninjau rumah duka pada 31 Maret dan menyampaikan informasi tentang kecelakaan. Menurutnya, Farizal tewas saat melaksanakan Salat Isya di dekat pos UNIFIL, ketika mortir jatuh di samping masjid.

Dimar menambahkan bahwa kematian Farizal terjadi pada saat ibadah malam, bukan pada Salat Subuh. Mortir yang mengenai area tersebut menewaskan prajurit yang sedang berdoa.

Keluarga Farizal menginginkan agar pemakaman dilakukan secara militer dengan upacara kehormatan. Mereka berharap pihak negara memberikan penghormatan yang layak.

Istri Farizal, yang saat ini berada di Aceh, dijadwalkan tiba di Kulon Progo pada 2 April 2026. Ia akan melakukan perjalanan dari Bireuen ke Medan, lalu melanjutkan ke Yogyakarta sebelum ke Kulon Progo.

Kedatangan istri Farizal diharapkan dapat memberikan dukungan emosional bagi keluarga yang berduka. Ia diperkirakan akan bergabung dalam upacara pemakaman.

Warga setempat mengenang Farizal sebagai sosok yang aktif membantu kegiatan karang taruna di dusun. Mereka mengingatnya sering berpartisipasi dalam program sosial dan keagamaan.

Salah satu warga, Pak Joko, menyatakan bahwa Farizal selalu mengutamakan kepentingan desa meski sedang ditugaskan di luar negeri. Ia menilai keberadaan Farizal memberi motivasi bagi generasi muda.

Keluarga Farizal menegaskan bahwa pemakaman di TPU Nambangan akan melibatkan prosesi militer, termasuk penghormatan bendera dan pelantikan. Upacara ini akan dipimpin oleh perwira yang ditunjuk.

Pihak militer belum mengonfirmasi siapa yang akan memimpin upacara tersebut, namun biasanya perwira senior yang bertugas. Proses ini mengikuti prosedur standar pemakaman prajurit yang gugur.

Sementara menunggu jenazah, keluarga terus berdoa dan mengharapkan kejelasan dari Kedutaan Lebanon serta TNI. Mereka berharap proses repatriasi dapat selesai secepatnya.

Kedutaan Besar Lebanon di Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait penanganan jenazah Farizal. Namun, kerjasama antara kedua negara biasanya berjalan lancar dalam kasus serupa.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menghormati pahlawan yang gugur dalam misi perdamaian. Hal ini tercermin dalam kebijakan upacara militer bagi prajurit yang meninggal di luar negeri.

Komunitas di Kulon Progo menyiapkan fasilitas rumah duka tambahan untuk menampung tamu yang datang. Antisipasi ini mengingat banyaknya warga yang ingin memberi penghormatan.

Pihak keamanan setempat mengatur lalu lintas di sekitar TPU Nambangan pada hari pemakaman. Hal ini bertujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan warga.

Upacara diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir pekan setelah jenazah tiba. Jadwal pasti akan diumumkan melalui kantor desa dan kantor militer.

Media lokal telah menyiapkan liputan khusus untuk hari pemakaman, termasuk siaran langsung di stasiun televisi daerah. Hal ini diharapkan dapat memberi kesempatan bagi yang tidak dapat hadir.

Keluarga Farizal berharap agar pengorbanannya tidak terlupakan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Mereka mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan prajurit di misi luar negeri.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap prajurit yang berkorban akan selalu dikenang dengan penghormatan tertinggi. Upacara di TPU Nambangan menjadi simbol rasa hormat bangsa.

Dengan dukungan warga, militer, dan keluarga, proses pemakaman diharapkan berjalan lancar dan khidmat. Kondisi kini masih menunggu kepastian jadwal dari otoritas terkait.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.