Media Kampung – 01 April 2026 | Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar serta terkendali, dengan peningkatan keselamatan jalan. Penilaian ini disampaikan saat kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi.
Dody menekankan keberhasilan tersebut berkat koordinasi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan perusahaan tol termasuk PT Jasa Marga. Penggunaan teknologi monitoring real‑time melalui JMTC menjadi faktor kunci.
JMTC kini dilengkapi dengan jaringan CCTV di titik‑titik strategis, memungkinkan respons cepat terhadap kondisi lalu lintas. Sistem ini membantu mengoptimalkan keputusan di lapangan dan menurunkan risiko kecelakaan.
Data Jasa Marga menunjukkan volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 3,25 juta unit, naik 18,4 % dari kondisi normal dan 2,3 % lebih tinggi dibanding Lebaran 2025. Volume kembali ke Jakarta tercatat 2,98 juta unit, meningkat 10,8 % dari standar normal.
Puncak mudik terjadi tiga hari sebelum Hari Raya, pada 18 Maret 2026, dengan 270.315 kendaraan melintas, naik 4,6 % dibanding tahun sebelumnya. Puncak balik tercatat pada 24 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan, sedikit di bawah proyeksi.
Waktu tempuh arus balik tercatat 5 jam 12 menit, lebih cepat 3,8 % dibanding tahun 2025. Sebaliknya, arus mudik memerlukan 5 jam 46 menit, meningkat 2,6 % akibat volume kendaraan yang tinggi.
Pada aspek keselamatan, tercatat 51 kecelakaan selama periode Lebaran, turun 2 % dari tahun lalu. Jumlah korban menurun menjadi 60 orang, penurunan 34 %, dan korban meninggal berkurang menjadi dua jiwa, turun 60 %.
Pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif tol sebesar 30 % untuk mengurangi beban pengguna selama masa mudik. Selain itu, pembatasan angkutan barang berhasil menurunkan volume kendaraan logistik hingga 74,56 % pada periode pembatasan.
Strategi lalu lintas lain meliputi penggunaan contraflow dan one‑way pada titik‑titik rawan, diterapkan secara situasional untuk memperlancar aliran. Perbaikan jalan meliputi penanganan semua kerusakan perkerasan sebelum puncak mudik.
Meski hasil positif, Menteri Dody mengingatkan perlunya evaluasi lanjutan, khususnya penataan ulang rest area di kilometer 57 dan 62 Tol Jakarta‑Cikampek. Kedua lokasi masih dinilai kurang memadai dari segi akses dan tata letak.
Rest area yang kurang optimal dapat menimbulkan penumpukan kendaraan di bahu jalan, meningkatkan risiko kecelakaan. Pemerintah berencana melakukan perbaikan bertahap tidak hanya di dua lokasi tersebut tetapi juga di rest area lain dengan fasilitas terbatas.
Dody menambahkan bahwa penataan ulang akan melibatkan penyesuaian area parkir, penambahan fasilitas umum, dan perbaikan sirkulasi internal. Targetnya adalah memastikan pengguna dapat beristirahat dengan aman tanpa mengganggu arus utama.
Evaluasi ini selaras dengan program jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan tol. Fokus utama adalah mengintegrasikan teknologi pemantauan dengan desain fisik yang lebih ramah pengguna.
Pengguna tol diharapkan merasakan manfaat langsung dari perbaikan tersebut, terutama pada masa-masa mudik selanjutnya. Antisipasi terhadap lonjakan kendaraan di masa Lebaran menjadi prioritas utama.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan tingkat keselamatan dan kelancaran perjalanan di Tol Jakarta‑Cikampek akan terus meningkat, sekaligus mengurangi beban sosial dan ekonomi selama periode mudik Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan