BANYUWANGI – Pihak terlapor dalam kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Pantai Marina Boom akhirnya angkat bicara. Melalui kuasa hukumnya, Eko Sutrisno, S.H., klarifikasi disampaikan guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Eko menegaskan bahwa kliennya, seorang warga negara asing asal Rusia berinisial AF, tidak memiliki niat melakukan tindakan kekerasan sebagaimana yang dilaporkan. Ia menyebut, peristiwa tersebut dipicu oleh miskomunikasi yang terjadi di lokasi kegiatan Gebyar Lebaran.
“Klien kami menilai kejadian ini berawal dari kendala bahasa, sehingga terjadi kesalahpahaman dengan operator sound system di lapangan,” ujar Eko, Senin (30/03/2026).
Menurutnya, AF saat itu hanya bermaksud meminta agar volume suara diturunkan. Namun karena komunikasi tidak berjalan efektif, kliennya mengambil inisiatif untuk menurunkan volume secara mandiri.
“Tidak ada unsur kesengajaan ataupun niat merusak. Ini murni akibat miskomunikasi di tengah situasi yang cukup ramai,” tegasnya.
Eko juga menekankan bahwa pihaknya tidak ingin memperkeruh situasi dengan memperdebatkan benar atau salah. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan mengedepankan komunikasi yang sehat.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak kuasa hukum menyatakan terbuka untuk menjalin komunikasi dengan pihak terkait, termasuk masyarakat sekitar. Mereka juga berkomitmen menjaga hubungan baik dengan lingkungan lokal.
Sebelumnya, insiden dugaan penganiayaan dilaporkan terjadi pada Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di area pintu masuk Pantai Marina Boom, Kelurahan Kampung Mandar, banyuwangi. Peristiwa tersebut melibatkan AF yang diketahui mengelola sebuah kafe di kawasan International Yacht Club.
Korban, Moh. Surohadinoto (56), warga Kelurahan Kepatihan yang bekerja sebagai penyedia jasa sound system, mengaku mengalami pemukulan saat berupaya mempertahankan peralatan miliknya.
Kasus ini kini telah dilaporkan kepada aparat kepolisian dan masih dalam penanganan lebih lanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan