Media Kampung – 30 Maret 2026 | Tim penyidik Polres Bengkulu Tengah telah memeriksa tiga saksi terkait insiden tragis seorang anak berusia delapan tahun yang tewas tenggelam di sebuah kolam di Kampung Durian pada hari Senin malam.

Korban, yang sedang bermain bersama beberapa teman sebaya, dilaporkan jatuh ke dalam air setelah tergelincir dari tepi kolam yang tidak memiliki pagar pengaman.

Saksi pertama, seorang warga setempat berusia tiga puluh tahun, menyatakan bahwa anak itu tiba‑tiba menghilang setelah bermain di sekitar tepi kolam pada pukul 21.30 WIB.

Ia menambahkan bahwa ia sempat berteriak meminta bantuan setelah menyadari anak tersebut terendam, namun upaya penyelamatan belum berhasil karena air kolam cukup dalam.

Saksi kedua, seorang remaja berusia lima belas tahun yang berada di lokasi pada saat kejadian, mengaku mendengar suara teriakan dan melihat air kolam bergejolak.

Remaja tersebut melaporkan bahwa ia mencoba meraih anak itu dengan tangan kosong namun tidak mampu menahannya karena arus yang kuat.

Saksi ketiga, seorang ibu rumah tangga yang tinggal berdekatan dengan kolam, menyatakan ia melihat dua orang dewasa mengawasi anak‑anak bermain tanpa memberikan pengawasan yang cukup.

Ia menilai kurangnya pengawasan orang dewasa menjadi faktor utama yang memperparah situasi.

Polisi setempat menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk mengidentifikasi apakah kelalaian pengelola kolam atau faktor lingkungan lainnya berkontribusi pada kecelakaan.

Kapolres Bengkulu Tengah, Kombes Pol. Iwan Setiawan, menyatakan pihaknya akan menelusuri prosedur keselamatan kolam dan menindak tegas pihak yang terbukti lalai.

“Kami akan mengusut tuntas semua aspek, termasuk standar keamanan kolam dan tanggung jawab pengelola,” ujar Iwan dalam konferensi pers singkat.

Menurut data kepolisian, kolam tersebut tidak dilengkapi dengan pagar pengaman, lampu penerangan, atau petugas penjaga pada malam hari.

Hal tersebut dianggap melanggar regulasi keselamatan umum yang mengatur fasilitas rekreasi air di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah telah mengumumkan rencana audit menyeluruh terhadap semua kolam umum di wilayahnya guna mencegah kejadian serupa.

Gubernur Bengkulu, Sudirman Said, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan air kepada anak‑anak dan keluarga.

“Setiap orang tua dan pengelola fasilitas harus lebih proaktif dalam melindungi anak dari bahaya tenggelam,” tegasnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan setempat menyiapkan program pelatihan pertolongan pertama dan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) untuk warga desa.

Program tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan dengan melibatkan tenaga medis daerah.

Para saksi yang diperiksa akan terus dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan seiring perkembangan penyelidikan.

Polisi juga membuka jalur pengaduan bagi warga yang memiliki informasi lebih lanjut terkait pengelolaan kolam atau potensi bahaya lain.

Kasus ini menambah daftar tragedi tenggelam yang menimpa anak‑anak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan keprihatinan nasional.

Organisasi non‑pemerintah yang bergerak di bidang perlindungan anak mengimbau pemerintah untuk meningkatkan standar keamanan di tempat umum.

“Kita perlu kebijakan yang lebih tegas dan penegakan hukum yang konsisten,” ujar perwakilan LSM Anak Indonesia.

Sejauh ini, tidak ada pihak yang secara resmi dinyatakan bersalah, namun penyelidikan tetap fokus pada potensi kelalaian pengelola kolam.

Pihak kepolisian berjanji akan menyelesaikan kasus ini secepat mungkin demi keadilan bagi keluarga korban.

Keluarga korban, yang masih berduka, mengharapkan kejelasan proses hukum serta peningkatan keselamatan untuk anak‑anak di wilayah mereka.

“Kami hanya ingin anak kami tidak menjadi korban lain di masa depan,” kata ibu korban dalam pernyataan singkat.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperketat regulasi fasilitas rekreasi air.

Dengan langkah konkret, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan anak‑anak dapat bermain dengan aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.