Media Kampung – 30 Maret 2026 | Pada Minggu, 29 Maret 2026, sebuah kios laundry di Jalan Bakti, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami ledakan yang mengakibatkan kerusakan signifikan. Kejadian terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.
Saksi pertama adalah petugas laundry berinisial HS, berusia 38 tahun, yang sedang bersiap meninggalkan tempat tidur. Ia melaporkan bahwa suara ledakan tiba-tiba terdengar saat ia berjalan menuju kamar mandi.
Penyebab ledakan diidentifikasi sebagai tabung gas elpiji (LPG) berkapasitas 12 kilogram yang dipakai untuk mengoperasikan mesin pengering pakaian. Tabung tersebut berada dalam instalasi yang terhubung langsung ke peralatan pengering.
Setelah ledakan, HS segera keluar dari area terdampak dan menghubungi layanan pemadam kebakaran serta kepolisian setempat. Laporan tersebut mempercepat respons tim darurat.
Dinas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi pada pukul 06.00 WIB bersama unit Reskrim Polsek Tanjung Priok. Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada percikan api yang masih aktif.
Aparat menemukan bahwa struktur plafon kios mengalami keretakan parah, sementara pintu rolling door dan pintu kaca rusak total. Dinding kios juga menunjukkan tanda terbakar yang luas.
Tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka serius akibat insiden tersebut. Pengunjung dan pekerja lain berhasil mengungsi sebelum api menyebar.
Petugas kepolisian mengamankan tabung LPG yang menjadi sumber ledakan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti tersebut akan diperiksa untuk menelusuri kemungkinan kelalaian prosedur keamanan.
Penyebab utama kegagalan instalasi belum dipastikan, namun otoritas menyoroti pentingnya perawatan rutin pada peralatan gas. Penggunaan LPG dalam usaha kecil seperti laundry memerlukan standar keamanan yang ketat.
Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu menegaskan bahwa pemilik usaha wajib memiliki sertifikat kelayakan instalasi gas. Pelanggaran dapat berujung pada sanksi administratif atau pencabutan izin usaha.
Kios laundry yang terdampak merupakan bagian dari kawasan komersial Jalan Bakti yang ramai pada jam sibuk. Kerusakan ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi lokal sementara perbaikan dilakukan.
Warga sekitar melaporkan bau gas yang kuat sebelum ledakan, namun belum ada laporan resmi tentang kebocoran sebelumnya. Hal ini menambah fokus pada pentingnya deteksi kebocoran gas secara dini.
Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan sisa api dalam waktu kurang satu jam setelah tiba. Setelah api terkendali, mereka melakukan ventilasi untuk mengurangi residu gas berbahaya.
Pengawasan terhadap penggunaan LPG di daerah padat penduduk akan ditingkatkan, kata Kapolsek Tanjung Priok. Langkah ini mencakup inspeksi berkala dan sosialisasi prosedur darurat kepada pelaku usaha.
Sementara itu, pemilik kios belum memberikan pernyataan resmi terkait tanggung jawab atas kejadian tersebut. Namun, ia menyatakan akan memperbaiki kerusakan dan memastikan keselamatan pelanggan ke depannya.
Dampak ekonomi langsung meliputi hilangnya pendapatan harian dari layanan laundry serta biaya perbaikan struktural. Asuransi properti diperkirakan akan menanggung sebagian besar kerugian.
Ahli keselamatan kerja menekankan bahwa penggunaan regulator tekanan dan detektor kebocoran gas merupakan langkah preventif yang wajib. Penggantian tabung secara berkala juga disarankan.
Insiden ini menambah daftar kejadian serupa di Jakarta Utara yang melibatkan LPG, termasuk kebakaran di restoran dan warung makanan pada tahun-tahun sebelumnya. Pola tersebut menjadi perhatian regulator.
Masyarakat diharapkan melaporkan bau atau bau gas mencurigakan kepada pihak berwenang tanpa menunggu kondisi memburuk. Respons cepat dapat menghindari potensi bencana serupa.
Pada akhirnya, kios laundry di Jalan Bakti tetap dalam tahap pemulihan, dengan pihak berwenang memantau proses perbaikan dan kepatuhan keamanan. Kondisi aman dipastikan sebelum usaha kembali beroperasi penuh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan