Media Kampung – 30 Maret 2026 | Sebuah kios laundry di Jalan Bakti, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meledak pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, menimbulkan kepanikan di sekitar area. Ledakan tersebut disebabkan oleh tabung gas LPG yang dipakai untuk mesin pengering, mengakibatkan kerusakan parah pada struktur bangunan namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Handam langsung keluar dari lokasi setelah ledakan, memastikan tidak ada orang lain yang terperangkap, lalu menghubungi layanan darurat. Penyelamatan awal dilakukan oleh petugas setempat sebelum unit pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Tim Dinas Pemadam Kebakaran tiba sekitar pukul 06.00 WIB bersama unit Reskrim Polsek Tanjung Priok untuk memadamkan sisa api dan memeriksa potensi kebocoran gas yang masih tersisa. Pemeriksaan lanjutan memastikan tidak ada percikan api yang dapat menyebar ke pemukiman sekitar.
Kerusakan fisik meliputi plafon yang hancur, rolling door yang melengkung, pintu kaca pecah, serta dinding yang retak akibat tekanan ledakan. Seluruh peralatan laundry, termasuk mesin pencuci dan pengering, dinyatakan tidak dapat digunakan dan harus diganti.
Polisi mengamankan tabung gas LPG berkapasitas 12 kilogram yang menjadi sumber ledakan sebagai barang bukti. Penyidikan awal menunjukkan kemungkinan kegagalan instalasi atau kebocoran pada regulator gas.
Handam menegaskan bahwa penggunaan tabung LPG tanpa prosedur keselamatan yang memadai meningkatkan risiko kecelakaan serupa. Ia mengimbau pemilik usaha kecil untuk melakukan pengecekan rutin dan memasang detektor gas di area kerja.
Penggunaan LPG sebagai bahan bakar utama pada mesin pengering laundry memang umum di Indonesia, namun instalasi yang tidak memenuhi standar teknis sering menimbulkan bahaya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mencatat beberapa insiden serupa di wilayah perkotaan.
Pemerintah daerah DKI Jakarta menyiapkan program inspeksi gratis bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggunakan gas cair, dengan tujuan mencegah kejadian berulang. Pelatihan keselamatan gas juga dijadwalkan pada bulan berikutnya untuk meningkatkan kesadaran pemilik bisnis.
Warga sekitar melaporkan bahwa asap tebal sempat mengganggu aktivitas di jalan Bakti selama sekitar satu jam, namun tidak ada laporan kebakaran yang meluas ke rumah tinggal. Pengamanan tambahan dilakukan oleh Satpol PP untuk mengatur lalu lintas dan menghindari kepanikan.
Tidak ada laporan luka-luka atau kerusakan properti lain, sehingga respons cepat petugas pemadam kebakaran dianggap berhasil menahan dampak yang lebih luas. Pihak berwenang mengapresiasi kerjasama warga yang membantu memadamkan api secara sukarela.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab pasti kegagalan instalasi gas, sementara pemilik kios berencana memperbaiki atau membangun kembali usaha dengan standar keselamatan yang lebih ketat. Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha di daerah agar memprioritaskan prosedur keamanan gas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan