Media Kampung – 29 Maret 2026 | PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat telah melayani 153.433 penumpang selama arus balik Lebaran periode 23 sampai 29 Maret 2026.

Jumlah penumpang tertinggi tercapai pada 28 Maret dengan 25.635 orang, menandakan permintaan yang kuat menjelang puncak prediksi.

Penjualan tiket untuk arus balik 23 Maret‑6 April mencapai 268.746, sementara total penjualan tiket Lebaran 6 Maret‑6 April mencapai 585.744, menyentuh 91,4% dari target 641.025 tiket.

Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyatakan keyakinan bahwa angka penumpang akan terus naik hingga akhir periode arus balik pada 6 April.

Ia menambahkan bahwa puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 2 April, dan Pelni telah menyiapkan kapasitas untuk mengatasi lonjakan tersebut.

Pelni menegaskan komitmen pada prinsip safety first, zero accident, dan service excellent untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan selama pelayaran.

Penumpang diimbau membeli tiket melalui saluran resmi Pelni agar terhindar dari risiko kuota habis atau penjual tidak resmi.

Perusahaan juga mengingatkan agar penumpang selalu mematuhi protokol keselamatan di atas kapal dan menjaga kebersihan selama perjalanan.

Program diskon 30% yang dimulai 11 Februari berhasil menarik 431.705 penumpang, mencakup 96,9% dari proyeksi 445.534 penumpang yang berhak diskon pada periode 11 Maret‑5 April.

Diskon akan berakhir bila kuota habis atau paling lambat pada 5 April, sehingga mendorong pemesanan tiket lebih awal.

Pelni meningkatkan kesiapan dengan menambah kru, menyiapkan kapal tambahan, dan mengoordinasikan logistik di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok.

Selama periode tersebut tidak tercatat ada kecelakaan, memperkuat catatan nol insiden Pelni.

Permintaan transportasi selama Lebaran tetap tinggi, dengan jalur laut melengkapi opsi darat dan kereta bagi para pemudik.

Kontribusi Pelni mendukung mobilitas nasional, mengurangi kemacetan jalan, dan menyediakan perjalanan terjangkau bagi jutaan migran.

Kinerja ini selaras dengan target pemerintah untuk menciptakan jaringan transportasi multimodal yang seimbang pada masa puncak.

Meski penumpang meningkat, Pelni tetap menjaga harga tiket tetap terjangkau, terutama bagi penumpang berpenghasilan rendah yang memanfaatkan diskon.

Strategi komunikasi meliputi pembaruan real‑time lewat situs resmi dan call center untuk memberi informasi terkait jadwal.

Umpan balik pelanggan menunjukkan kepuasan umum terhadap efisiensi boarding dan layanan di atas kapal.

Pelni akan terus memantau arus penumpang dan menyesuaikan kapasitas untuk sisa hari Lebaran.

Secara keseluruhan, Pelni berhasil mengangkut lebih dari 150 ribu penumpang, mengantisipasi puncak pada 2 April, serta berkomitmen menyediakan layanan laut yang aman, handal, dan terjangkau bagi publik Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.