Media Kampung – 29 Maret 2026 | Hujan sedang disertai angin kencang melanda Kecamatan Patianrowo, Nganjuk pada Sabtu 28 Maret sekitar pukul 15.20 WIB.
Angin tersebut menyebabkan sebuah pohon jaranan berdiameter sekitar 80 cm tumbang di Jalan Raya Kertosono‑Lengkong, Desa Babadan.
Pohon yang tumbang menutup seluruh lebar jalan utama, menghalangi arus kendaraan yang melintas.
Akibatnya, pengendara terpaksa menunggu di sisi jalan hingga proses pembersihan selesai.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 15.35 WIB, tidak lama setelah hujan dengan intensitas sedang disertai angin,” kata Sutomo, Kalaksa BPBD Nganjuk.
Tim penanganan melibatkan BPBD Nganjuk, Agisena BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, Damkar Nganjuk Pos Lengkong, perangkat desa Babadan, serta warga setempat.
Para petugas melakukan penilaian lokasi, koordinasi lintas instansi, dan penarikan batang pohon yang menghalangi jalan.
Seluruh proses penanganan selesai pada pukul 16.46 WIB, menandakan waktu respon kurang lebih satu jam dua puluh satu menit.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun kerugian material,” tambah Sutomo, menegaskan keberhasilan penanganan.
Setelah batang pohon diangkat, lalu lintas kembali mengalir normal meskipun hujan masih berlanjut.
Cuaca di wilayah Patianrowo tetap dipantau dengan intensitas hujan sedang dan potensi angin kencang.
BPBD Nganjuk mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama hujan lebat bersamaan angin kencang.
Risiko tumbangnya pohon, longsoran, dan gangguan transportasi menjadi ancaman nyata bila kondisi cuaca tidak diantisipasi.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya penanaman pohon yang tidak menghalangi jalur publik dan pemeliharaan rutin.
Warga sekitar memberikan dukungan kepada tim penyelamat, membantu mengamankan area dan memberi informasi jalan alternatif.
Koordinasi antar lembaga terbukti efektif dalam menanggulangi kejadian darurat serupa di masa lalu.
Pengalaman ini menambah kesadaran akan perlunya sistem peringatan dini yang terintegrasi.
Dengan jalan kembali terbuka, aktivitas ekonomi lokal dapat pulih tanpa gangguan signifikan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh komunitas untuk selalu siap menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan