Media Kampung – 29 Maret 2026 | Jasamarga Transjawa Tol bersama kepolisian mengaktifkan sistem contraflow pada ruas Tol Jakarta‑Cikampek pada sore Sabtu untuk mengatasi kemacetan arus balik Lebaran.
Pengaturan lalu lintas ini berlaku pada lajur yang biasanya melayani arah berlawanan, memanfaatkan sebagian jalur untuk kendaraan yang menuju Jakarta.
Contraflow diterapkan secara situasional mulai pukul 15.48 WIB, menutupi segmen kilometer 70 hingga kilometer 47 arah Jakarta.
Keputusan ini bersifat diskresi kepolisian dan didasarkan pada evaluasi kondisi lalu lintas di lapangan.
Ria Marlinda Paallo, Wakil Presiden Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode arus balik Idulfitri 1447H/2026.
“Pemberlakuan contraflow dari KM 47 hingga KM 70 arah Jakarta merupakan upaya strategis untuk mengantisipasi volume kendaraan yang meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pengaturan ini juga mendukung kebijakan one‑way lokal yang masih berlaku pada segmen KM 263 sampai KM 70 selama masa arus balik.
Petugas lalu lintas dan tim operasional Jasamarga melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan pengguna jalan.
Setiap perubahan kondisi, termasuk cuaca atau kepadatan tak terduga, akan ditanggapi secara cepat oleh tim di lapangan.
Jasamarga menekankan pentingnya pengendara memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melanjutkan perjalanan.
Pengguna jalan juga diimbau menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di area contraflow.
Selain itu, pengemudi disarankan mengecek saldo uang elektronik agar tidak terhambat saat membayar tol.
Kepolisian berkoordinasi erat dengan Jasamarga untuk mengatur alur kendaraan, termasuk penempatan rambu tambahan dan petugas pengatur lajur.
Lokasi contraflow mencakup area padat penduduk di sekitar Karawang, yang biasanya menjadi titik rawan kemacetan pada masa mudik.
Data awal menunjukkan penurunan waktu tempuh sekitar 15‑20 persen pada segmen yang diberlakukan.
Penerapan kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada gerbang tol masuk Jakarta selama jam sibuk sore.
Jasamarga mengingatkan pengguna untuk tetap waspada terhadap potensi kecelakaan, terutama pada titik peralihan lajur yang baru dibuka.
Petugas menegaskan bahwa pelanggaran rambu atau tidak mematuhi instruksi dapat berujung pada sanksi administratif.
Selama periode contraflow, tim teknis terus melakukan inspeksi rutin pada infrastruktur jalan untuk menghindari kerusakan akibat beban tambahan.
Kebijakan serupa pernah diterapkan pada arus balik sebelumnya, namun skala dan durasi kali ini lebih luas mengingat prediksi volume kendaraan yang tinggi.
Para analis transportasi menilai langkah contraflow sebagai respons cepat yang efektif, asalkan didukung koordinasi lintas‑instansi yang solid.
Pemerintah daerah setempat juga menyambut kebijakan ini, mengingat dampak positif terhadap kelancaran distribusi logistik di wilayah industri.
Dengan pengaturan ini, diharapkan arus balik dapat berlangsung lebih tertib, mengurangi stres pengendara, dan mempercepat proses pulang kampung.
Jasamarga akan meninjau hasil implementasi contraflow setelah periode arus balik berakhir, untuk menentukan apakah kebijakan serupa akan dijadikan standar pada masa mendatang.
Jika berhasil, kontraflow dapat menjadi bagian permanen dalam strategi manajemen lalu lintas pada jalur tol utama di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan