Media Kampung – 28 Maret 2026 | Airbus A400M unit A-4002 telah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat pagi, menandai pengiriman pesawat transportasi kedua yang dipesan Kementerian Pertahanan.

Pesawat tersebut menyelesaikan penerbangan jarak jauh dari Sevilla, Spanyol, melintasi Samudra Atlantik, melewati Amerika Utara, dan melakukan beberapa pemberhentian sebelum memasuki wilayah udara Indonesia.

Airbus Defence and Space mengumumkan pengiriman pada akun Instagram resmi mereka pada 28 Maret 2026, menyatakan bahwa A400M kedua untuk Indonesia telah dikirim.

Data pelacakan FlightRadar24 menunjukkan pesawat dengan kode RAJA402 berangkat dari Tarakan dan melakukan pendaratan rutin di Lanud Halim.

A400M dirancang untuk dapat beroperasi di landasan pendek dan tidak beraspal, memungkinkan pendaratan pada jalur hanya sepanjang 1.000 meter, sebagaimana disorot Airbus dalam konferensi pers Desember 2025.

Bandingnya, pesawat Hercules C‑130J buatan Lockheed Martin membutuhkan landasan minimal 1.300 meter, sehingga lebih terbatas dalam mengakses pulau-pulau terpencil.

Angkatan Udara Indonesia tengah mengevaluasi modul pemadam kebakaran roll‑on/roll‑off yang dapat mengeluarkan hingga 20.000 liter air atau bahan pemadam dalam satu penerbangan.

Airbus Defence menegaskan bahwa sistem tersebut akan memperkuat kemampuan militer dalam menangani kebakaran hutan di daerah yang sulit dijangkau.

Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, mengonfirmasi kedatangan pesawat namun menyatakan belum ada jadwal seremonial penyerahan resmi.

Suadnyana menyampaikan kepada IDN Times bahwa pesawat sudah terintegrasi secara operasional, sementara proses penerimaan formal akan dilakukan kemudian.

Unit pertama A400M tiba di Lanud Halim pada 3 November 2025, dan pada saat itu Presiden Prabowo Subianto menerima pesawat secara langsung.

Prabowo, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan saat itu, menyetujui pembelian dua unit A400M untuk memperkuat kapasitas angkut strategis Indonesia.

Armada ini diharapkan mendukung misi kemanusiaan, bantuan bencana, serta transportasi personel di seluruh kepulauan yang tersebar.

Airbus menekankan kemampuan pesawat untuk mendarat di permukaan lunak, sebuah keunggulan yang terbukti saat militer Prancis menggunakan A400M untuk bantuan pasca gempa Palu 2018.

Pada operasi tersebut, A400M mengirimkan bantuan ke daerah yang bandara tradisionalnya rusak atau tidak tersedia.

Pejabat Indonesia memperkirakan pesawat baru akan memperpendek waktu respons darurat dan memperluas jangkauan logistik di provinsi timur.

Pengiriman ini juga sejalan dengan program modernisasi Kementerian Pertahanan yang menargetkan peningkatan kemampuan operasi gabungan.

Dengan bergabungnya A400M kedua ke dalam armada TNI‑AU, kinerja pesawat akan dipantau untuk memastikan spesifikasi landasan pendek dan angkut berat terpenuhi.

Kedatangan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk mengakuisisi platform serbaguna yang dapat beroperasi di lanskap geografis negara yang menantang.

Setelah kedua pesawat berada di pangkalan, Angkatan Udara semakin dekat mencapai kemampuan transportasi udara strategis yang lebih tangguh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.