Media Kampung – 28 Maret 2026 | Pada Kamis 26 Maret 2026, sebuah bus yang mengangkut jamaah umrah asal Indonesia mengalami kebakaran di pinggir jalan dekat kota Madinah, Arab Saudi.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka pada insiden tersebut.

Bus yang terbakar membawa 24 orang jamaah serta seorang sopir berkewarganegaraan Mesir, semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Tidak ada korban jiwa dan luka pada saat kejadian, serta seluruh jamaah telah dipindahkan ke bus pengganti,” ujar Yusron dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta pada Jumat 27 Maret.

Jamaah tersebut berangkat dengan agen travel Sakinah Tour and Travel, yang mengatur rute dari Mekah menuju Madinah.

Kebakaran terjadi setelah bus melewati pos pemeriksaan terakhir masuk ke wilayah kota Madinah, kira-kira 50 kilometer dari pusat kota suci.

Supir langsung menepikan bus dan memerintahkan seluruh penumpang turun, menghindari potensi bahaya lebih lanjut.

Setelah semua penumpang berada di luar, api menyebar dari bagian belakang bus dan melahap seluruh struktur kendaraan.

Barang bawaan dan koper yang tertinggal di dalam bus terbakar habis, mengakibatkan kerugian materi bagi para jamaah.

Konsul Yusron menegaskan bahwa semua jamaah saat ini berada dalam kondisi sehat dan telah ditempatkan menginap di Hotel Manazel Al‑Saadiq, Madinah.

KJRI juga menyatakan akan mengirim tim khusus ke Madinah untuk menemui langsung para jamaah yang terdampak.

Pihak konsuler mencatat bahwa para jamaah Indonesia tersebut dijadwalkan pulang ke tanah air pada 31 Maret dengan penerbangan Garuda Indonesia.

Rekaman video kebakaran bus sempat beredar di media sosial Instagram, memperlihatkan kendaraan terbakar di tepi jalan tol dan dua bus pengganti yang siap mengevakuasi.

Video tersebut menegaskan bahwa respon darurat setempat berhasil mengamankan semua penumpang sebelum api meluas.

Pihak keamanan jalan raya melaporkan tidak ada gangguan lalu lintas signifikan akibat insiden tersebut.

Penyelidikan awal oleh otoritas Saudi masih berlangsung untuk memastikan faktor teknis yang memicu pecahnya ban.

Sementara itu, agen travel Sakinah Tour and Travel berjanji akan memberikan bantuan kompensasi kepada jamaah yang kehilangan barang.

Para jamaah mengungkapkan rasa syukur atas penanganan cepat KJRI dan pihak keamanan setempat.

Beberapa di antara mereka menyatakan keinginan agar kejadian serupa tidak terulang pada rombongan berikutnya.

KJRI menegaskan komitmen untuk terus memantau keselamatan WNI yang melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi.

Insiden ini menambah daftar kasus kecelakaan transportasi yang menimpa jamaah haji dan umrah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, tidak ada laporan tentang kegagalan prosedur evakuasi atau penanganan medis yang memadai.

Pengawasan kendaraan komersial yang melayani jamaah umrah menjadi fokus utama otoritas transportasi Saudi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan warga untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Para pejabat KJRI menekankan pentingnya kerja sama antara kedutaan, agen travel, dan otoritas lokal untuk mencegah kejadian serupa.

Jamaah yang masih berada di Madinah akan mengikuti jadwal kepulangan yang telah ditetapkan, dengan dukungan logistik dari KJRI.

Pihak maskapai Garuda Indonesia menyatakan kesiapan untuk memberikan layanan khusus bagi penumpang yang terdampak.

Selain itu, KJRI menjanjikan bantuan administratif bagi jamaah yang membutuhkan perpanjangan visa atau dokumen perjalanan.

Keamanan perjalanan umrah tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia.

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua penyelenggara perjalanan untuk meningkatkan standar keselamatan.

Dengan respons cepat dan koordinasi lintas lembaga, insiden kebakaran bus tidak berujung pada tragedi yang lebih besar.

Semua pihak terkait kini fokus pada penyelesaian urusan administratif serta pemulihan barang-barang yang hilang.

Artikel ini akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan hasil penyelidikan resmi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.