Media Kampung – 28 Maret 2026 | Jakarta, VIVA – Denada Indonesia dan Ressa Rizky Rossano resmi menyatakan kedamaian setelah pertemuan emosional menjelang Lebaran 2026.
Pertemuan itu menandai pertama kalinya Ressa bertatap muka langsung dengan ayah kandungnya sejak lama terpisah.
Ressa, yang selama ini tinggal di kos Depok, menyambut tawaran Denada untuk bergabung di rumah keluarga di Singapura.
Meskipun demikian, ia menegaskan keputusan itu masih dipertimbangkan demi menghormati ibu asuhnya, Mama Rati, yang merawatnya sejak kecil.
Dalam wawancara singkat di YouTube pada 27 Maret 2026, Ressa mengungkap keinginan kuat untuk bertemu adiknya, Aisha, yang kini menetap di luar negeri.
‘Mau banget ketemu adik yang cuma pernah ketemu beberapa kali,’ kata Ressa dengan nada harap.
Ia menambahkan bahwa pertemuan dengan Denada memberi dorongan emosional untuk mempererat ikatan keluarga yang terpecah.
Denada, yang sebelumnya mengakui Ressa sebagai anak kandungnya, menjelaskan rencananya mengatur pertemuan antara Ressa dan Aisha di Singapura.
Lokasi tersebut dipilih karena kedekatan geografis dan kemudahan akses bagi semua pihak yang terlibat.
Rencana tersebut diharapkan terwujud dalam minggu pertama bulan Mei, menyusul libur Lebaran yang bertepatan dengan awal bulan Mei 2026.
Keluarga Ressa menyambut baik inisiatif itu, mengingat hubungan antara saudara itu belum terjalin secara intensif.
Selama bertahun‑tahun, Ressa hanya dapat bertemu Aisha melalui panggilan video dan kunjungan singkat.
‘Kami ingin memberi kesempatan bagi mereka berdua untuk menghabiskan waktu bersama secara langsung,’ ujar Denada dalam pernyataan resmi.
Di sisi lain, Ressa menilai pentingnya menyeimbangkan peran dua sosok ibu dalam hidupnya.
‘Saya harus memposisikan diri seperti seminggu bersama ibu, seminggu bersama Mama,’ jelasnya, menegaskan komitmen pada kedua figur tersebut.
Mama Rati, yang telah membesarkan Ressa sejak usia dini, menyatakan kebanggaan atas langkah Ressa mendekatkan diri pada ayah kandungnya.
‘Saya selalu mendukung keputusan Ressa demi kebahagiaan dirinya,’ kata Mama Rati dalam percakapan pribadi.
Denada menegaskan bahwa rumah di Singapura akan tetap terbuka bagi Ressa, baik sebagai tempat tinggal sementara maupun kunjungan keluarga.
‘Kami tidak memaksa, kami hanya menyediakan ruang bagi Ressa untuk memilih,’ tambahnya.
Keluarga Ressa juga mengantisipasi proses adaptasi budaya dan logistik, mengingat perbedaan gaya hidup antara Jakarta dan Singapura.
Pihak Denada menyebut bahwa dukungan psikologis telah disiapkan untuk membantu Ressa mengelola dinamika emosional.
Sementara itu, media sosial mencatat peningkatan perhatian publik terhadap kisah reunifikasi ini.
Pengguna Instagram menanggapi positif, menyebut momen ini sebagai contoh pentingnya nilai keluarga.
Beberapa netizen mengingatkan pentingnya menghormati privasi pihak terkait selama proses pertemuan.
Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga komunikasi terbuka dan menghindari spekulasi yang tidak konstruktif.
Dengan Lebaran yang semakin dekat, harapan keluarga ini adalah dapat merayakan hari raya bersama dalam suasana hangat.
Jika rencana berjalan lancar, Ressa akan menghabiskan waktu di Singapura bersama Denada, Aisha, dan Mama Rati dalam satu periode.
Penutup, keluarga Rossano berharap reunifikasi ini menjadi titik awal hubungan yang lebih erat di masa depan.
Mereka menegaskan komitmen untuk terus menjaga ikatan keluarga meski terpisah jarak dan waktu.
Situasi ini mencerminkan dinamika modern dalam menjalin kembali hubungan darah di era digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan