Media Kampung – 28 Maret 2026 | Sebuah dapur di rumah warga Desa Sumberwindu, Kecamatan Berbek, Nganjuk runtuh setelah diguyur hujan lebat pada Rabu, 23 Maret.
Kerusakan meluas dengan dimensi sekitar 10 meter panjang, 8 meter lebar, dan tinggi enam meter, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Pemilik rumah, Samsudin, melaporkan kejadian kepada pihak berwenang dan menunggu respons bantuan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk mengirim tim ke lokasi pada hari Jumat, 27 Maret, untuk menilai kerusakan.
Kalaksa BPBD Nganjuk, Sutomo, menegaskan kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak.
Setelah melakukan survei lapangan, tim BPBD menyalurkan bantuan material kepada Samsudin sebagai upaya mengurangi beban ekonomi pasca bencana.
Bantuan tersebut meliputi bahan bangunan ringan, alat-alat kerja, serta paket kebutuhan pokok untuk sementara waktu.
Koordinasi penanganan melibatkan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk.
Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan mempercepat rehabilitasi struktur dapur serta memastikan keselamatan bangunan selanjutnya.
Pihak BPBD mengingatkan warga setempat untuk memeriksa kondisi rumah, terutama yang berusia lama atau menunjukkan tanda penurunan struktural.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menambahkan bahwa tindakan preventif dapat menurunkan risiko kerusakan saat cuaca ekstrem datang.
Sutomo menuturkan bahwa tidak ada korban jiwa berkat keberuntungan serta respons cepat tim penyelamat dan penduduk sekitar.
Meskipun dapur tidak dapat dipakai lagi, keluarga Samsudin tetap dapat mengakses area lain di rumah untuk kegiatan sehari-hari.
Tim penilai BPBD mencatat bahwa penyebab utama robohnya dapur adalah kelembaban berlebih yang menggerogoti pondasi kayu lama.
Mereka merekomendasikan perbaikan struktural dengan material yang lebih tahan terhadap curah hujan tinggi.
Selain bantuan material, BPBD juga menyediakan informasi tentang prosedur permohonan bantuan sosial dari pemerintah provinsi.
Penduduk desa diminta melaporkan kerusakan lain yang serupa agar dapat dipetakan dan ditangani secara terkoordinasi.
Kepala Dinas PRKPP, Andi, menambahkan bahwa program revitalisasi rumah di wilayah rawan bencana akan dipercepat tahun ini.
Program tersebut mencakup pelatihan teknik bangunan tahan gempa dan hujan bagi warga serta pendanaan subsidi renovasi.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini untuk meningkatkan ketahanan hunian dan mengurangi potensi kerugian di masa depan.
BPBD Nganjuk menegaskan komitmen terus memantau situasi cuaca dan siap mengaktifkan prosedur darurat bila diperlukan.
Pemerintah daerah menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk bersama menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan rutin pada bangunan tradisional di wilayah agraris.
Upaya rehabilitasi kini berada dalam fase awal, dengan harapan dapur dapat dibangun kembali dalam beberapa minggu mendatang.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif warga, diharapkan kondisi rumah Samsudin dapat pulih sepenuhnya serta mencegah insiden serupa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan