Media Kampung – 27 Maret 2026 | Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Hendrik Irawan di Cimahi resmi dibekukan sementara setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan pelanggaran teknis pada operasionalnya.
Inspeksi BGN mengungkap bahwa penutupan tidak semata-mata disebabkan video joget viral, melainkan tata letak dapur yang tidak sesuai standar dan sistem pengolahan limbah (IPAL) yang belum memenuhi ketentuan.
Selain itu, auditor menemukan kurangnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh petugas yang berada di area produksi, padahal standar kebersihan mengharuskan perlindungan lengkap.
Pengelola dapur, Hendrik Irawan, sebelumnya mengakui bahwa video tersebut ditujukan untuk menarik perhatian publik, namun ia menegaskan bahwa tidak ada niat merendahkan program MBG.
Ia juga menjelaskan bahwa insentif harian sebesar Rp6 juta yang disebutkan dalam video merupakan bagian dari skema pemerintah, bukan pendapatan pribadi dari penjualan makanan.
Investasi awal pembangunan dapur mencapai Rp3,5 miliar, yang sebagian besar dibiayai oleh Irawan secara pribadi, sementara dana pemerintah bersifat penggantian biaya operasional.
“Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak bermaksud menyinggung program pemerintah,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.
BGN menegaskan bahwa untuk dapat melanjutkan operasi, dapur harus memperbaiki desain ruang produksi agar mematuhi pedoman teknis yang berlaku.
Perbaikan wajib mencakup instalasi sistem pengolahan limbah yang memenuhi standar lingkungan, serta penerapan prosedur sanitasi yang terverifikasi oleh auditor independen.
Selain itu, semua tenaga kerja harus dilengkapi dengan APD lengkap, termasuk masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung, sebelum kembali beraktivitas di dapur.
Pengawasan lanjutan akan dilakukan oleh tim BGN setelah perbaikan selesai, dengan audit akhir sebagai prasyarat pencabutan penutupan.
Jika semua persyaratan terpenuhi, BGN berjanji akan mengeluarkan rekomendasi operasional kembali dalam waktu dua minggu sejak inspeksi akhir.
Sampai saat itu, kegiatan distribusi makanan MBG di wilayah Bandung Barat tetap ditangguhkan, sementara pihak terkait mencari solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan