Media Kampung – 26 Maret 2026 | Kementerian Humas Polri mengumumkan pembukaan pendaftaran calon anggota tahun 2026 secara resmi pada 9 Maret dan akan berakhir 30 Maret.
Kesempatan ini terbuka bagi warga negara Indonesia yang ingin berkarier di kepolisian melalui tiga jalur: Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama.
Jalur Akpol menyiapkan calon perwira selama empat tahun dengan pangkat awal Inspektur Polisi Dua (IPDA) setelah lulus pendidikan Taruna.
Calon Taruna Akpol akan mengikuti seleksi daerah yang diselenggarakan oleh Panitia Daerah (Panda) di masing-masing Polda, kemudian melanjutkan ke seleksi pusat di Akademi Kepolisian, Semarang.
Seleksi Akpol mencakup tes kesehatan, psikologi, akademik, serta uji kesamaptaan jasmani, dengan tahap akhir pusat berlangsung 3‑27 Juli 2026.
Jalur Bintara menawarkan pendidikan singkat selama lima bulan, menghasilkan perwira teknis dengan pangkat Bripda.
Formasi Bintara 2026 mencakup lebih dari lima ribu posisi, terbagi antara 4.141 pria dan 1.000 wanita, yang akan ditempatkan pada berbagai bidang operasional Polri.
Seleksi Bintara dimulai dengan pendaftaran online, dilanjutkan verifikasi berkas di Polres setempat, kemudian serangkaian tes kesehatan, psikologi, akademik, dan fisik.
Jalur Tamtama, meskipun tidak menjadi fokus utama dalam artikel ini, tetap membuka 1.500 posisi untuk mendukung unit Brimob dan Polair.
Persyaratan umum bagi semua jalur meliputi kewarganegaraan Indonesia, usia minimal 18 tahun, kesehatan jasmani dan rohani yang baik, serta latar belakang pendidikan yang sesuai.
Untuk Akpol, pelamar harus lulusan SMA/SMK atau setara, sedangkan Bintara menerima lulusan Diploma atau Sarjana dengan ketentuan tinggi badan dan batas usia yang bervariasi.
Semua pendaftar diwajibkan mengisi formulir secara daring melalui portal resmi https://penerimaan.polri.go.id dan mengunggah dokumen identitas, ijazah, serta surat keterangan kesehatan.
Setelah mengirimkan data secara online, pelamar harus mendatangi Polres terdekat untuk verifikasi dokumen asli dan fotokopi dua rangkap.
Verifikasi offline mencakup pemeriksaan administratif, tes kesehatan tahap I, dan pengambilan data biometrik.
Jika lolos verifikasi, peserta akan dijadwalkan mengikuti rangkaian tes psikologi, akademik, dan uji kesamaptaan jasmani secara berurutan hingga akhir Juli.
Hasil tiap tahapan akan diumumkan melalui portal resmi, dan peserta yang tidak memenuhi standar akan langsung gugur dari proses.
Kuota Akpol tahun 2026 ditetapkan sebanyak 300 orang, menandakan fokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan operasional di masa depan.
Jumlah total kuota Bintara mencapai 5.141 orang, menjadikannya jalur dengan peluang terbanyak bagi calon anggota.
Alokasi kuota ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional Polri di seluruh wilayah, termasuk penempatan di unit-unit khusus.
Pembukaan pendaftaran juga disertai kampanye informasi melalui media sosial dan stasiun televisi untuk menjangkau calon pelamar di seluruh pelosok negeri.
Polri menegaskan pentingnya integritas dan komitmen moral, sehingga setiap pelamar harus menandatangani pakta integritas sebelum mengikuti proses seleksi.
Selain itu, peserta wajib mengikuti pelatihan dasar (rikmin) yang mencakup materi kebijakan, etika, serta prosedur operasional kepolisian.
Setelah lulus semua tahapan, calon anggota Akpol akan mengikuti orientasi di Semarang sebelum memasuki pendidikan formal selama empat tahun.
Calon Bintara yang berhasil akan langsung masuk ke babinsa (bintara sekolah) untuk pelatihan intensif selama lima bulan.
Pendidikan Bintara menitikberatkan pada keterampilan teknis, kepemimpinan tim, dan penegakan hukum di tingkat lapangan.
Polri menambahkan bahwa proses seleksi bersifat transparan, dengan pemantauan internal oleh Inspektorat dan eksternal oleh lembaga pengawas independen.
Setiap tahapan seleksi dilengkapi dengan sistem penilaian terkomputerisasi yang menampilkan skor secara real time kepada peserta.
Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecurangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen.
Dengan total kuota lebih dari 6.800 posisi, Polri menargetkan penambahan personel yang signifikan untuk mengisi kebutuhan keamanan nasional.
Para calon anggota diharapkan dapat menyelesaikan seluruh tahapan sebelum Juli‑Agustus 2026, saat pendidikan resmi dimulai.
Penutupan pendaftaran pada 30 Maret menjadi batas akhir bagi semua pelamar untuk mengajukan permohonan secara lengkap.
Polri mengimbau masyarakat untuk memeriksa kelengkapan dokumen dan persyaratan sebelum mengisi formulir daring.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui portal resmi Polri atau melalui pusat layanan informasi di masing‑masing Polres.
Pendaftaran Polri 2026 kini menjadi peluang besar bagi generasi muda yang ingin berkontribusi pada keamanan dan ketertiban bangsa.
Kesempatan ini menuntut kesiapan fisik, mental, serta komitmen pada nilai‑nilai kepolisian yang profesional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan