Media Kampung – 26 Maret 2026 | Astra Infra melaporkan lonjakan volume kendaraan pada hari kedua setelah Idul Fitri 1447 H.

Data menunjukkan peningkatan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan trafik normal.

Pada H+1, puncak volume tercatat naik 256 persen, menandakan pergerakan massal.

Angka tersebut konsisten dengan tren di jaringan tol lain yang mengalami pertumbuhan serupa.

Jalan Tol Binjai‑Langsa mencatat kenaikan 200,66 persen pada tanggal 23 Maret 2026.

Hamdani, Plt EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, menyebut arus balik sebagai penyebab utama.

Sementara di Jawa Timur, volume naik 9,15 persen selama periode arus balik.

Ria Marlinda, Corporate Secretary PT Jasamarga Transjawa Tol, menegaskan pertumbuhan signifikan di beberapa gerbang.

Gerbang Tol Warugunung melaporkan peningkatan 85,13 persen kendaraan menuju Jakarta.

Arah Surabaya di gerbang yang sama naik 68,79 persen, menambah tekanan lalu lintas.

Di gerbang Kejapanan Utama, lalu lintas menuju Surabaya meningkat 44,90 persen.

Sebaliknya, kendaraan menuju Malang di gerbang yang sama naik 57,93 persen.

Total kendaraan yang melintasi jaringan tol Jawa Timur selama H+2 diperkirakan melebihi 900 ribu unit.

Pengelola tol menegaskan bahwa V/C ratio tetap berada pada batas aman berkat pengaturan antrean.

Sistem Mobile Reader dan rest area ditingkatkan untuk mempercepat proses pembayaran.

Pada jaringan Tol Trans Sumatra, trafik arus balik tercatat melonjak 184,20 persen.

Pihak pengelola menyebut bahwa lonjakan tersebut dipicu oleh pergerakan wisatawan antar pulau.

Pengguna jalan diimbau merencanakan perjalanan dan mematuhi rambu lalu lintas.

Keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama operator selama periode puncak.

Peningkatan volume berdampak pada kebutuhan bahan bakar dan layanan bantuan di rest area.

Staf operasional menambah personel di gerbang utama untuk mengurangi waktu tunggu.

Data real‑time dipublikasikan melalui akun resmi masing‑masing perusahaan tol.

Pengemudi disarankan memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat untuk menghindari kerusakan.

Penyedia layanan elektronik uang jalan juga meningkatkan batas saldo minimum pada kartu.

Meskipun volume tinggi, tidak ada laporan kecelakaan serius selama periode H+2.

Penanganan darurat tetap terkoordinasi antara polisi, ambulans, dan petugas tol.

Analisis menunjukkan tren peningkatan serupa pada Lebaran sebelumnya, meski angka kini lebih tinggi.

Faktor ekonomi, pertumbuhan kendaraan pribadi, dan kebijakan tarif turut memengaruhi pola mobilitas.

Pemerintah daerah mendukung dengan menambah transportasi publik ke pintu masuk tol.

Upaya integrasi antara jalur tol dan layanan bus dipercepat untuk mengurangi kepadatan.

Pengguna yang menghindari jam puncak dapat memperoleh perjalanan yang lebih lancar.

Operator mengingatkan bahwa pelanggaran kecepatan dapat mengakibatkan sanksi.

Pada akhir periode, volume kendaraan di Astra Infra diproyeksikan kembali mendekati normal.

Namun, peningkatan sementara memberikan gambaran penting tentang dinamika arus balik nasional.

Kesimpulannya, jaringan tol tetap berperan krusial dalam mendukung mobilitas selama Lebaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.