Media Kampung – 26 Maret 2026 | Polisi setempat mengumumkan identitas korban kecelakaan maut di Jalan Jalinsum, Muratara pada Senin (24/03/2026). Korban merupakan seorang remaja laki-laki berusia 22 tahun bernama Aldian Aulia Susanto, warga Medan Johor, yang tewas seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak kendaraan berat.
Tim penyidik menegaskan bahwa kecelakaan terjadi pada pukul 08.15 WIB ketika Aldian melaju di jalur kanan dan tiba-tiba dihadang oleh sebuah truk berwarna biru yang melaju dengan kecepatan tinggi. Benturan keras menyebabkan motor terlempar dan menimpa trotoar, sementara sang pengemudi truk, yang diketahui bernama Calya, terjepit di antara roda truk dan dinding pembatas jalan.
Penanganan medis di lokasi menunjukkan bahwa Aldian mengalami luka kepala fatal dan tidak dapat diselamatkan oleh tim medis. Sementara Calya, berusia 29 tahun, mengalami cedera internal yang parah dan dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah upaya resusitasi gagal.
AKBP I Made Parwita, Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, menyampaikan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian pengemudi truk yang melanggar batas kecepatan. “Kami akan menelusuri riwayat kendaraan dan catatan pelatihan sopir,” ujarnya.
Kasus ini menambah deretan kecelakaan fatal yang terjadi di wilayah Sumatera Utara pada pekan mudik Lebaran. Baru-baru ini, sebuah bus Almasar menabrak dua sepeda motor di Jalan Letjen Jamin Ginting, Sibolangit, menewaskan pemuda Medan Johor bernama Aldian Aulia Susanto dan melukai dua penumpang lainnya.
Insiden serupa juga tercatat di daerah OKU Timur, dimana empat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik menewaskan tiga orang. Peningkatan volume kendaraan dan kelelahan pengemudi menjadi faktor utama yang diidentifikasi oleh pihak berwenang.
Menurut saksi mata yang berada di lokasi, truk Calya tampak melaju tanpa mengindahkan rambu kecepatan dan lampu lalu lintas. “Saya melihat truk melaju sangat cepat, lalu tiba-tiba menabrak motor itu,” kata Budi Santoso, warga setempat.
Pihak kepolisian kini menutup jalan Jalinsum selama dua jam untuk proses evakuasi dan pemeriksaan bukti. Jalan kembali dibuka pada pukul 15.00 WIB setelah semua kendaraan diangkut dan lokasi bersih.
Kejadian ini menegaskan pentingnya penegakan aturan kecepatan dan kesadaran pengendara dalam menghindari tragedi serupa. Pemerintah daerah berjanji meningkatkan pengawasan dan menambah pos satpam di titik rawan kecelakaan selama musim mudik.
Kasus Aldian dan Calya menjadi peringatan bagi semua pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti dan tanggung jawab hukum yang akan dijatuhkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan