Media Kampung – 25 Maret 2026 | Stasiun Pasar Senen dipadati pemudik yang pulang lebih awal dan yang masih menunggu mudik belakangan, membawa banyak oleh-oleh dalam kardus.

Observasi pada Selasa 25 Maret 2026 menunjukkan rata-rata penumpang turun dengan lebih dari dua tas, sebagian besar berisi makanan tradisional.

Kepadatan penumpang mencerminkan tren mudik yang beragam, dengan sebagian memilih pulang sebelum libur resmi berakhir, sementara yang lain menunggu hingga akhir.

Di antara mereka, Astri, 39 tahun, asal Garut, Jawa Barat, menumpuk kardus berisi tempe, rengginang, dan dodol.

“Ada tempe, bawa rengginang, dodol. Itu makanan yang sering dikangenin,” ujarnya sambil menata barang di troli.

Astri menghabiskan sepuluh hari di kampung halaman, menikmati kuliner lokal sebelum kembali ke Jakarta dengan camilan sebagai pengobat rindu.

Syarif, 46 tahun, baru tiba dari Klaten, Jawa Tengah, membawa tas berisi bakpia dan lanting.

“Bawa oleh-oleh buat istilahnya ‘menggugurkan kewajiban’ kalau habis pulang kampung,” katanya, menekankan tradisi memberi oleh-oleh.

Syarif menilai mudik tahun ini istimewa karena dapat bertemu kembali dengan keluarga besar yang jarang ia temui di ibukota.

Namun, masa cuti bersama berakhir, sehingga ia harus kembali ke pekerjaan dengan semangat mengumpulkan uang untuk mudik berikutnya.

Penumpang lain juga terlihat menumpuk kardus berisi keripik singkong, kue lapis, dan sambal khas masing-masing daerah.

Petugas stasiun melaporkan peningkatan volume barang bawaan, sehingga area penjemputan dan penataan bagasi menjadi lebih sibuk.

Pihak manajemen Stasiun Senen menegaskan prosedur keamanan tetap berlaku, termasuk pemeriksaan barang untuk menghindari bahan terlarang.

Meskipun begitu, suasana tetap riuh namun terorganisir, dengan penjual makanan ringan membuka gerai di sekitar pintu keluar.

Penjual lokal memanfaatkan peluang dengan menjual paket camilan siap bawa, menyesuaikan permintaan tinggi para pemudik.

Data transportasi kereta api menunjukkan peningkatan penumpang pulang pada hari Selasa, mengimbangi penurunan pada hari kerja biasa.

Analis transportasi memperkirakan tren ini akan berlanjut hingga akhir pekan, mengingat banyak pekerja migran memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan.

Dengan arus balik yang masih kuat, Stasiun Senen diprediksi tetap menjadi titik sentral pertemuan pemudik, sekaligus simbol tradisi berbagi oleh-oleh antar daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.