Media Kampung – 25 Maret 2026 | BMKG menegaskan bahwa intensitas hujan lebat diperkirakan meningkat pada hari kedua Lebaran, khususnya di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Peringatan ini dikeluarkan menjelang puncak arus balik pemudik.

Data radar dan satelit menunjukkan curah hujan harian mencapai 50-80 mm di beberapa titik, melebihi ambang batas bahaya banjir. Kondisi tersebut dapat memperlambat laju kendaraan dan menimbulkan genangan.

Badan Meteorologi mengimbau para pemudik untuk menyesuaikan jadwal perjalanan dan menghindari rute yang rawan longsor. Pihak berwenang juga menyiapkan tim SAR di titik rawan.

Kepala Pusat Klimatologi BMKG, Dr. Iwan Santoso, menyatakan bahwa pola cuaca musim hujan masih aktif meski berada di luar musim. “Kita harus siap menghadapi cuaca ekstrim di musim mudik,” ujarnya.

Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan posko penanganan banjir dan menginstruksikan pengemudi untuk mengurangi kecepatan. Pengaturan lalu lintas sementara diterapkan di beberapa persimpangan utama.

Pengguna jalan tol diminta memantau informasi real‑time melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan transportasi. Update cuaca akan disampaikan setiap 30 menit.

Sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi juga diperkirakan akan mengalami hujan deras, meski intensitasnya lebih rendah dibanding Jawa. Namun, potensi tanah longsor tetap menjadi perhatian.

Penumpang kereta api dan bus diharapkan mematuhi petunjuk keamanan dan menyiapkan perlengkapan anti‑hujan. Stasiun dan terminal telah dipasang peneduh darurat.

Analisis BMKG menyoroti bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi hujan ekstrem di musim kemarau. Hal ini menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi di masa mudik.

Kepolisian lalu lintas mengingatkan bahwa kecelakaan sering terjadi pada kondisi jalan basah. Pengemudi diimbau menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman.

Sebanyak 12.000 relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan untuk membantu evakuasi bila diperlukan. Koordinasi antara BMKG, BPBD, dan Satpol PP telah dioptimalkan.

Masyarakat diminta melaporkan kondisi jalan yang tergenang atau terhambat melalui nomor darurat 112. Respon cepat dijanjikan untuk mengurangi dampak.

Dengan perkiraan hujan lebat berlangsung selama 24‑48 jam, BMKG menegaskan pentingnya persiapan logistik dan penyimpanan barang-barang penting di tempat kering. Persiapan ini dianggap krusial bagi keluarga yang menunggu di rumah.

Pada akhirnya, otoritas berharap peringatan ini dapat menurunkan risiko kecelakaan dan kerugian material selama arus balik Lebaran. Semua pihak diharapkan berkolaborasi menjaga keselamatan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.