Media Kampung – 24 Maret 2026 | Jalur baru Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soetta resmi beroperasi sejak 23 Maret 2026.

Perubahan ini mencakup penyesuaian titik henti sepanjang rute, menambah beberapa halte strategis untuk memperlancar mobilitas penumpang.

Daftar lengkap halte baru mencakup Blok M, Halte Pancoran, Halte Ciledug, Halte Cibubur, Halte Sentul, serta Bandara Soetta.

Penambahan halte di kawasan Cibubur dan Sentul diharapkan mengurangi tekanan pada rute alternatif yang selama ini padat.

Rute SH2 memiliki panjang sekitar 45 kilometer dan dirancang dengan jadwal interval 15 menit pada jam sibuk.

Pembaruan ini sejalan dengan program pemerintah DKI Jakarta untuk memperluas jaringan transportasi massal di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, rute P11 Bogor–Blok M tetap menjadi pilihan utama penumpang, terutama pada periode pasca Lebaran.

Di Botani Square, Bogor, petugas mencatat antrean penumpang hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa pada Senin, 23 Maret 2026.

Pramugari Transjakarta, Luky, menyatakan peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas setelah libur panjang.

“Sejak pagi sudah banyak yang antre, kira‑kira dua kali lebih banyak dari hari biasa,” ujar Luky di lokasi.

Data internal menunjukkan rata‑rata harian penumpang P11 mencapai 5.554 orang pada tahun 2025, dengan total bulanan 166.630 orang.

Angka tersebut menegaskan posisi rute P11 sebagai salah satu yang paling diminati di jaringan Transjabodetabek.

Penumpang senior Asri, 68 tahun, menilai tarif Rp3.500 masih terjangkau meski harus menunggu lebih lama pada hari itu.

“Biasanya langsung berangkat, tapi hari ini saya naik jam 10.50 dan bus baru berangkat pukul 11.12,” kata Asri.

Asri melanjutkan perjalanannya menuju Halte Pancoran untuk melanjutkan ke Ciledug, mengindikasikan pola alur penumpang yang beralih ke moda lain.

Bus P11 pada sore itu menampung sekitar 45 penumpang, sebagian besar berdiri, menandakan kapasitas masih tertekan pada jam puncak.

Rute sepanjang 111,72 km melewati area komersial seperti Mall Belanova Sentul, Cibubur Junction, dan Pasar Santa.

Waktu tempuh antara Bogor dan Blok M diperkirakan 1,5 jam bila kondisi lalu lintas lancar, seperti pada Senin tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan tarif normal tetap Rp3.500, sementara pada hari Lebaran diberlakukan tarif Rp1 sebagai kebijakan sosial.

“Tarif normal tetap Rp3.500, berbeda pada Lebaran yang dikenakan tarif Rp 1 (gratis),” ujar Liputo.

Penerapan tarif Rp1 pada hari libur meningkatkan daya tarik layanan, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan jauh.

Pengguna layanan mengapresiasi kebijakan tersebut, menyebutnya membantu mengurangi beban biaya transportasi pasca libur.

Pengoperasian rute SH2 juga dipantau ketat oleh otoritas untuk memastikan kepatuhan jadwal dan kenyamanan penumpang.

Penggunaan armada bus ber-AC dengan sistem pembayaran non-tunai diharapkan meningkatkan efisiensi operasional.

Sejumlah halte baru dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti papan informasi digital dan area penunggu yang aman.

Pengguna diharapkan memanfaatkan aplikasi resmi Transjakarta untuk memantau jadwal dan ketersediaan armada secara real‑time.

Peningkatan frekuensi layanan pada rute SH2 diharapkan menurunkan tingkat kepadatan penumpang pada rute tradisional.

Analisis awal menunjukkan pergeseran sebagian penumpang P11 ke SH2, terutama bagi yang menempuh perjalanan antara Blok M dan Soetta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk terus menambah titik henti strategis demi mengoptimalkan jaringan publik.

Upaya ini sejalan dengan target pengurangan kendaraan pribadi di wilayah Jabodetabek hingga akhir 2027.

Secara keseluruhan, perubahan titik henti SH2 dan popularitas P11 menandakan dinamika permintaan transportasi yang terus berkembang.

Dengan kebijakan tarif fleksibel dan penambahan halte, diharapkan layanan Transjabodetabek tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Ke depan, otoritas akan terus mengevaluasi kinerja rute untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan penumpang.

Situasi ini memperkuat peran transportasi umum dalam mendukung mobilitas ekonomi pasca Lebaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.