Media Kampung – 23 Maret 2026 | Michael Bambang Hartono, ketua PT Djarum, meninggal pada Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.
Kabar duka itu disampaikan oleh keluarga dan langsung menjadi sorotan media nasional.
Jenazahnya dibawa ke GOR Djarum Jati, Kudus, pada Minggu 22 Maret 2026 pukul 20.16 WIB.
Iringan kendaraan resmi dan bus menandai kedatangan jenazah di kompleks pabrik.
Lebih dari lima ratus karyawan Djarum hadir memberi penghormatan terakhir.
Para pekerja dari berbagai divisi mengelilingi jenazah sambil menurunkan karangan bunga.
Purwono Nugroho, Senior Manager Public Affair PT Djarum, menegaskan almarhum dikenal sebagai pribadi yang rendah hati.
“Beliau sangat sederhana dan selalu memperlakukan karyawan dengan baik,” ujar Purwono dalam wawancara.
Ali Muslikin, Ketua PUK Serikat Pekerja RTMM Djarum, menambahkan almarhum seperti bapak bagi mereka.
“Tidak ada sekat antara atasan dan bawahan, semua dianggap satu keluarga,” tegas Ali.
Pesan tersebut tercermin dalam kebijakan internal Djarum yang menekankan toleransi dan kebersamaan.
Ali mengingatkan almarhum sering menyampaikan bahwa karyawan adalah bagian integral perusahaan.
Ia menambahkan, almarhum mendorong karyawan memberi kemampuan terbaik untuk manfaat bersama.
Selama hidupnya, Michael Bambang Hartono menghabiskan banyak waktu bekerja di Jakarta, namun tetap menjaga kedekatan dengan pabrik di Kudus.
Keberadaannya yang sederhana membuat banyak karyawan merasa dihargai.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939, putra Oei Wie Gwan, pendiri Djarum.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia mengelola grup usaha Djarum yang meliputi rokok, properti, dan investasi.
Di luar bisnis, ia aktif melalui Djarum Foundation yang fokus pada pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya.
Program beasiswa dan pembangunan fasilitas olahraga menjadi bagian penting dari warisan filantropinya.
Keputusan almarhum untuk membuka lapangan kerja di Kudus memberikan penghasilan stabil bagi ribuan keluarga.
Pabrik Djarum menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di wilayah tersebut.
Peringatan di GOR Djarum Jati dilaporkan dihadiri pejabat perusahaan, anggota keluarga, serta perwakilan serikat pekerja.
Berbagai karangan bunga bertuliskan ucapan duka cita menghiasi area upacara.
Pihak perusahaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang mengirimkan bunga dan doa.
Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di Grand Heaven, Pluit, Jakarta, pada 20 Maret 2026.
Upacara pemakaman berlangsung dengan tenang, mencerminkan kepribadian almarhum yang tidak suka sorotan berlebihan.
Kematiannya meninggalkan kesenjangan kepemimpinan, namun nilai-nilai yang ditanamkan tetap hidup.
Para karyawan menuturkan bahwa semangat kerja keras dan rasa hormat yang ditunjukkan almarhum akan terus dijaga.
Sejumlah media melaporkan bahwa warisan bisnis dan sosialnya akan terus mempengaruhi generasi berikutnya.
Djarum kini berada di persimpangan kepemimpinan baru, namun komitmen pada karyawan tetap menjadi prioritas.
Penghormatan terakhir ini menegaskan betapa almarhum dihormati tidak hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai teladan moral.
Dengan demikian, warisan Michael Bambang Hartono mencakup keberhasilan bisnis, kontribusi sosial, dan budaya kerja yang inklusif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan