Media Kampung – 23 Maret 2026 | KCIC melaporkan peningkatan penumpang kereta cepat Whoosh sebesar 25 persen pada periode libur Lebaran dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini tercermin dalam penjualan 178 ribu tiket antara 13 hingga 30 Maret 2026.
Rata‑rata volume harian pada hari kedua Lebaran diprediksi melampaui 21 ribu penumpang, menandakan permintaan tinggi untuk perjalanan singkat antara Jakarta dan Bandung. Waktu tempuh 30‑47 menit menjadi faktor utama pilihan masyarakat.
Untuk menjamin kesehatan penumpang, KCIC menempatkan pos kesehatan di tiap stasiun Whoosh selama masa mudik. Petugas medis siap memberikan layanan dasar dan memantau kondisi penumpang di stasiun Halim, Padalarang, dan lainnya.
Selain aspek medis, KCIC menyiagakan 551 personel keamanan yang terdiri dari petugas internal, operasional, serta dukungan TNI dan Polri. Kehadiran mereka mencakup stasiun, jalur operasional, dan area depo demi kelancaran layanan.
Program promosi Whoosh Value+ diluncurkan bersamaan dengan libur Lebaran, memungkinkan tiket berfungsi sebagai voucher untuk 20 destinasi di zona Jakarta‑Bandung. Penumpang dapat memperoleh diskon hotel, restoran, serta akses gratis ke objek wisata.
Contoh penawaran meliputi potongan hingga 25 persen untuk kamar di L’Eminence, diskon 20 persen pada makanan dan minuman di beberapa hotel, serta layanan shuttle gratis dari stasiun ke hotel tertentu. Beberapa destinasi wisata seperti The Lodge Maribaya dan TMII menawarkan tiket masuk gratis atau diskon.
Untuk memanfaatkan promo, penumpang cukup menunjukkan e‑ticket atau tiket cetak di mitra yang berpartisipasi. Program ini ditujukan agar perjalanan mudik sekaligus liburan menjadi lebih hemat dan nyaman.
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menekankan bahwa Whoosh Value+ dirancang menambah nilai bagi pengguna selama masa mudik. Ia menambahkan bahwa integrasi layanan ini sejalan dengan misi KCIC menyediakan transportasi aman, cepat, dan terjangkau.
Data internal KCIC mencatat bahwa sejak 18 Maret penjualan tiket menunjukkan tren naik yang konsisten, mencapai puncaknya pada akhir pekan Lebaran. Prediksi total penumpang selama periode tersebut dapat melebihi 200 ribu jika tren berlanjut.
Pihak perusahaan juga menginformasikan bahwa pos kesehatan dilengkapi dengan peralatan dasar seperti termometer, tes rapid antigen, dan fasilitas pertolongan pertama. Langkah ini diambil untuk menanggulangi potensi penyebaran penyakit menular selama kepadatan penumpang.
Keamanan tambahan meliputi patroli rutin, pemantauan CCTV, serta koordinasi dengan aparat lokal untuk mengatasi potensi kerusuhan atau pelanggaran lalu lintas di sekitar stasiun. Semua upaya ini diharapkan menjaga ketertiban selama arus mudik massal.
Respons masyarakat terhadap Whoosh Value+ terlihat positif, dengan banyak pengguna melaporkan kepuasan atas kemudahan akses promo. Beberapa penumpang mengungkapkan bahwa layanan shuttle dari Stasiun Padalarang ke Mason Pine Hotel mengurangi beban logistik pribadi.
Analis transportasi menilai bahwa keberhasilan Whoosh selama Lebaran dapat menjadi model bagi layanan kereta cepat lain di Indonesia. Kombinasi kecepatan, harga kompetitif, dan layanan tambahan menjadi keunggulan kompetitif.
KCIC berencana memperluas jaringan promosi serupa pada musim liburan berikutnya, termasuk penambahan mitra baru di sektor kuliner dan rekreasi. Perusahaan juga meninjau kemungkinan menambah pos kesehatan di stasiun baru yang akan dibuka.
Dengan peningkatan penumpang, layanan kesehatan, keamanan, dan promosi yang terpadu, Whoosh menunjukkan peran penting dalam mendukung mobilitas dan ekonomi selama Lebaran. KCIC tetap berkomitmen menjaga standar operasional tinggi demi kepuasan penumpang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan