Media Kampung – 23 Maret 2026 | Data Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan mencatat lonjakan lalu lintas mudik Lebaran 2026 yang mencapai rekor, dengan lebih dari 10 juta orang menggunakan angkutan umum dan sekitar 1,8 juta kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek antara H-10 hingga H-1.

Menurut Kemenhub, jumlah penumpang angkutan umum kumulatif selama periode H-8 sampai H-1 tercatat 10.003.583 orang, meningkat 9,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan pertumbuhan signifikan dalam mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.

Distribusi moda transportasi menunjukkan kereta api menampung 2.981.945 penumpang (+13,22%), udara 2.190.282 orang (+3,05%), penyeberangan 2.482.303 orang (+14,78%), darat 1.587.060 orang (+9,18%) dan laut 761.993 orang, masing‑masing berkontribusi pada total perjalanan mudik.

Pada H-1, gerbang tol utama Jakarta mencatat 117.016 unit kendaraan keluar dan 66.210 unit masuk, menghasilkan total pergerakan 248.349 unit di wilayah Jabodetabek, sedangkan gerbang non‑Jabodetabek mencatat 236.758 unit.

Arus kendaraan di ruas arteri Jakarta‑Cikampek menunjukkan 474.454 unit keluar dan 360.479 unit masuk, sementara arteri di luar Jabodetabek mencatat 491.901 unit, mempertegas kepadatan lintas utama selama masa mudik.

Untuk mengurangi kemacetan, Jasa Marga bersama Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow pada jalur tol Jakarta‑Cikampek km 55‑70 dan one‑way pada km 70‑263, serta pada tol Pejagan‑Pemalang, efektif sejak H‑3 Lebaran.

Kepala Biro Komunikasi Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menegaskan bahwa peningkatan penumpang mencerminkan kepercayaan publik pada transportasi umum dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan.

Data Jasa Marga mengungkap bahwa dari total 1.810.134 kendaraan yang keluar, 989.628 (54,7%) mengarah ke timur (Trans Jawa dan Bandung), 465.840 (25,7%) ke barat (Merak), dan 354.666 (19,6%) ke selatan (Puncak), menandai pola perjalanan utama.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa volume 1,8 juta kendaraan mewakili 51,3% dari proyeksi 3,5 juta kendaraan untuk periode 11‑31 Maret, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektoral.

Jasa Marga memperkuat layanan dengan menambah petugas di gerbang tol, menyiagakan armada layanan, serta mengaktifkan Tollroad Command Center untuk pemantauan real‑time, sementara informasi lalu lintas disebarkan lewat aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM.

Pihak berwenang mengingatkan pemudik untuk merencanakan arus balik lebih awal, menghindari jam puncak, dan memanfaatkan diskon tarif tol pada 26‑27 Maret sebagai upaya mengurangi kepadatan dan menjaga kenyamanan.

Secara keseluruhan, peningkatan signifikan dalam penggunaan angkutan umum dan kendaraan pribadi selama mudik Lebaran 2026 menunjukkan dinamika mobilitas yang tinggi, sementara langkah‑langkah pengelolaan lalu lintas berusaha menjamin kelancaran perjalanan bagi jutaan pemudik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.