Media Kampung – 22 Maret 2026 | Bus Damri rute Depok–Bandara Soetta tetap beroperasi selama libur Lebaran 2026. Operasional ini penting bagi penumpang yang kembali atau berangkat ke Jakarta.
PT Damri mengumumkan jadwal lengkap mulai 13 April hingga 19 April 2026, dengan keberangkatan tiap 30 menit pada jam sibuk. Layanan di luar jam puncak berjarak 60 menit.
Armada yang dipakai terdiri dari bus berkapasitas 45 penumpang, dilengkapi AC, Wi‑Fi, dan kursi berlapis kulit. Semua unit telah melewati inspeksi teknis menjelang musim libur.
Tarif standar untuk rute Depok–Bandara Soetta ditetapkan Rp35.000 per orang dewasa. Tarif anak-anak (2‑12 tahun) sebesar Rp20.000, sedangkan penumpang lansia mendapat diskon 10 %.
Untuk pengguna kartu e‑Ticket Damri, potongan tambahan sebesar Rp2.000 dapat diterapkan setiap kali naik. Pembayaran juga dapat dilakukan dengan QR‑code melalui aplikasi e‑Wallet.
Jadwal keberangkatan pertama pada hari Senin, 13 April, dimulai pukul 04.30 pagi, berangkat dari Terminal Depok Barat. Bus terakhir berangkat pukul 22.30, tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 23.30.
Pada hari Jumat dan Sabtu, frekuensi ditingkatkan menjadi tiap 20 menit antara pukul 06.00 hingga 20.00 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Pada hari Minggu, layanan kembali pada interval 30 menit.
Penumpang dapat memesan tiket secara online melalui portal resmi Damri atau aplikasi mobile. Tiket fisik tetap tersedia di loket terminal dengan pembayaran tunai atau kartu debit.
PT Damri menegaskan bahwa semua bus akan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, termasuk penyemprotan disinfektan tiap jam dan penyediaan hand sanitizer di setiap kursi. Penumpang diwajibkan memakai masker selama perjalanan.
Sejumlah sopir telah mendapatkan pelatihan tambahan tentang prosedur penanganan penumpang selama masa libur Lebaran. Mereka juga diberi panduan tentang rute alternatif bila terjadi kemacetan.
Menurut Direktur Operasional Damri, Budi Santoso, “Kami berkomitmen memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar selama Lebaran, terutama bagi mereka yang harus mengejar jadwal penerbangan”. Ia menambahkan bahwa tarif tidak berubah meski biaya operasional meningkat.
Data internal Damri menunjukkan rata‑rata kepadatan penumpang pada rute ini mencapai 80 % pada puncak pagi dan sore. Hal ini menandakan kebutuhan transportasi publik yang tinggi selama periode mudik.
Pihak bandara Soetta juga menyambut baik kehadiran layanan bus ini, karena dapat mengurangi volume kendaraan pribadi di area bandara. Pihak bandara menyiapkan area penurunan khusus bagi penumpang Damri.
Sebagai tambahan, Damri bekerja sama dengan layanan ride‑hailing untuk menyediakan opsi “last mile” dari terminal bus ke terminal kedatangan bandara. Penumpang dapat memesan layanan ini melalui aplikasi yang sama.
Pada hari pertama operasi, diperkirakan lebih dari 2.000 penumpang akan memanfaatkan layanan ini. Antisipasi ini didukung oleh penambahan dua bus cadangan yang siap masuk bila diperlukan.
Semua informasi jadwal, tarif, dan prosedur dapat diakses di situs resmi Damri atau melalui call center 1500‑123. Layanan pelanggan tersedia 24 jam selama masa libur.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa transportasi umum yang terintegrasi berperan penting dalam mengurangi kemacetan pada musim mudik. Kolaborasi antara pemerintah dan operator seperti Damri menjadi contoh kebijakan pro‑publik.
Pengamat transportasi, Dr. Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa keberlanjutan layanan bus selama Lebaran mencerminkan kesiapan infrastruktur publik. Ia menilai bahwa model ini dapat direplikasi ke rute lain.
Meskipun ada tantangan cuaca panas dan potensi kemacetan di Tol Jakarta‑Cikampek, Damri berjanji memonitor kondisi lalu lintas secara real‑time. Penyesuaian rute akan dilakukan bila diperlukan untuk menjaga ketepatan waktu.
Dengan jadwal yang teratur, tarif terjangkau, dan standar layanan yang terjaga, diharapkan bus Damri Depok–Bandara Soetta menjadi pilihan utama bagi pelancong Lebaran. Hal ini sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi emisi kendaraan pribadi.
Akhirnya, layanan ini akan berakhir pada 19 April 2026, setelah semua penumpang kembali ke kota asal atau melanjutkan perjalanan. Damri menegaskan kesiapan melanjutkan operasi normal pasca Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan