Media Kampung – 22 Maret 2026 | Driyorejo, Kabupaten Gresik, diguncang dua peristiwa tragis pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Insiden pertama melibatkan dua remaja yang terbakar akibat bahan petasan, sementara insiden kedua menelan luka lima pemuda akibat tabrakan motor.
Pukul sekitar 18.30 WIB, di Jalan Dusun Randegansari, dua anak bernama AAQ (12) dan MAD (11) mengalami luka bakar setelah menutup serbuk mercon yang mereka temukan di jalan dengan sarung dan batu.
Kedua anak segera dilarikan ke rumah sakit setempat untuk perawatan, sementara tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian dan mengambil keterangan saksi untuk penyelidikan lanjutan.
Beberapa jam kemudian, sekitar 22.30 WIB, di Jalan Raya Driyorejo, dua sepeda motor – Honda Beat dan Honda Scoopy – terlibat dalam kecelakaan yang menelan luka lima orang.
Pengendara Honda Beat, Yoga Eka Pradana (17), membawa penumpang Habibu Rohman (22) dan Fahrul Roji (21), sedangkan pengendara Honda Scoopy, Muhammad Alfin Hidayat (22), menumpang bersama Mukhamad Labib TA (21).
Polisi mencatat bahwa kecelakaan terjadi karena Honda Beat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara, kehilangan kendali, dan menabrak motor yang berlawanan arah.
Akibat benturan, Mukhamad Labib mengalami patah tulang pada kedua tangan dan rahang, sementara Alfin Hidayat hanya mengalami lecet di kepala; di sisi lain, Rohman menderita luka di pelipis, Pradana mengalami gegar otak ringan, dan Roji terluka sobek di bibir.
Semua korban langsung dievakuasi ke RS Anwar Medika untuk penanganan medis, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar dua juta rupiah.
Polisi menegaskan bahwa faktor kelalaian dan kurangnya kehati-hatian saat mengendarai menjadi penyebab utama kecelakaan, serta mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan petasan pada malam takbiran.
Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa kecelakaan serupa meningkat selama periode Lebaran, terutama di wilayah pedesaan, sehingga edukasi tentang keselamatan berkendara dan penanganan bahan peledak sangat diperlukan.
Dengan tidak adanya korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan bagi warga Driyorejo untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol keamanan, guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan