Media Kampung – 22 Maret 2026 | Petugas lalu lintas Polantas menolak meninggalkan kendaraan mogok di tengah Tol Cipali dan memutuskan mendorongnya selama lebih dari tiga kilometer, aksi tersebut kemudian menjadi viral.

Insiden terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, di antara kilometer 71 hingga 82 pada jalur Purwakarta‑Subang.

Pengendara, seorang pemudik, melaporkan kerusakan mesin yang membuat mobil tak dapat dinyalakan.

Petugas Polres Purwakarta yang dipimpin AKP Enggar Jati Nugroho menghampiri kendaraan dan mengambil keputusan untuk memindahkannya secara manual.

Karena tidak ada derek tersedia, polisi menggunakan sepatu mereka untuk mendorong mobil sambil seorang anggota mengendarai motor mengarahkan dari belakang.

Pendorongan berlanjut hingga mobil mencapai pos pemeriksaan di kilometer 81, tempat yang dianggap aman untuk pemeriksaan selanjutnya.

Setelah mencapai pos, upaya menyalakan mesin tetap gagal, sehingga pendorongan manual diteruskan.

Jarak total yang ditempuh diperkirakan antara tiga hingga empat kilometer, berdasarkan pernyataan pengendara.

Pengendara mengucapkan terima kasih, “Pak terima kasih sudah membantu kami menyetut mobil tiga sampai empat kilometer”.

Komandan Enggar menegaskan bahwa tidak ada layanan derek pada saat itu, sehingga pendorongan menjadi langkah kebijaksanaan.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari “Operasi Ketupat”, patroli yang ditujukan meningkatkan keamanan bagi pemudik.

Rekaman video pertama kali diunggah oleh akun Instagram satlantaspolres_purwakarta dan cepat menyebar di media sosial.

Netizen memuji dedikasi petugas, menyebut aksi tersebut “humaniter” dan “menginspirasi”.

Beberapa pihak mengkritik keamanan pendorongan kendaraan di jalan tol berkecepatan tinggi.

Pihak kepolisian menjawab bahwa bagian jalan tersebut ditutup sementara untuk lalu lintas umum selama operasi.

Tol Cipali sepanjang 116 kilometer menghubungkan Cikopo di Purwakarta dengan Paliman di Cirebon, menjadi rute utama mudik.

Otoritas melaporkan dampak minimal pada arus lalu lintas, karena insiden terjadi pada periode lalu lintas rendah.

Kasus ini menyoroti tantangan pemudik ketika kendaraan mogok jauh dari bengkel atau layanan darurat.

Insiden juga menegaskan peran penting aparat keamanan lokal dalam memberikan bantuan darurat selain tugas pengaturan lalu lintas.

Polres Purwakarta berencana meninjau protokol respon darurat untuk meningkatkan bantuan kepada pengendara yang terdampar pada musim mudik mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.