Media Kampung – 21 Maret 2026 | Arus mudik Lebaran di Tol Trans Jawa mengalami penurunan setelah puncak, namun volume kendaraan tetap mencatat rekor tertinggi dalam sejarah.
Data Jasa Marga Transjawa Tol menunjukkan 621.366 kendaraan melintas ke arah timur pada periode 11‑19 Maret, naik 145,52% dibandingkan lalu lintas normal 253.080 kendaraan.
Kelancaran arus didukung oleh rekayasa lalu lintas terintegrasi, termasuk contraflow di ruas Jakarta‑Cikampek dan penerapan one‑way nasional.
Ria Marlinda Paallo, Corporate Secretary PT Jasamarga Transjawa Tol, menyatakan langkah‑langkah tersebut efektif menjaga kelancaran pada puncak mudik Idulfitri.
Lonjakan serupa terlihat di Jawa Tengah, dengan GT Kalikangkung mencatat 335.229 kendaraan (naik 134,80%) dan GT Banyumanik 366.374 kendaraan (naik 84,21%).
Di Jawa Timur, GT Warugunung melaporkan 221.659 kendaraan menuju Jakarta (naik 32,14%) dan 211.162 kendaraan menuju Surabaya (naik 18,68%).
Jasa Marga masih menerapkan potongan tarif 23% di ruas Batang‑Semarang hingga 31 Maret untuk mendistribusikan lalu lintas.
Arus kendaraan dari timur ke Jakarta melalui GT Cikampek Utama turun 30,30% menjadi 172.090 kendaraan, menandakan konsentrasi pemudik masih di luar Jabotabek.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mencatat puncak arus pada 18 Maret mencapai 270.315 kendaraan, naik 98,3% dari normal dan 4,6% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan contraflow tiga lajur dan one‑way pada KM 70‑414 berhasil mengurai kepadatan di jalur layang MBZ dan Jakarta‑Cikampek bawah.
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat menghindari puncak arus balik pada 24 Maret, mengingat beban kembali ke Jakarta.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan pentingnya mengatur kepulangan sebelum atau setelah tanggal tersebut demi keamanan dan kenyamanan.
Ia juga mengingatkan pembatasan angkutan barang sesuai SKB berlaku hingga 29 Maret, meliputi kendaraan tiga roda ke atas dan muatan berat.
Kamar Dagang dan Industri memperkirakan perputaran uang selama Lebaran mencapai Rp148,39 triliun, meski jumlah pemudik menurun, karena rata‑rata pengeluaran keluarga naik.
Dengan rekayasa lalu lintas situasional dan kebijakan tarif, otoritas berharap arus balik dapat berlangsung lancar dan mendukung pemulangan serta aktivitas ekonomi pasca Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan