Media Kampung – 21 Maret 2026 | Pada Jumat, 20 Maret 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Car Free Night berjudul “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain” di Bundaran Hotel Indonesia untuk memperingati malam takbiran.

Acara berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, menampilkan festival 1.000 bedug, pawai obor, serta pertunjukan dancing fountain, laser, dan LED.

Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa konsep ini memberi warga kesempatan merayakan Idul Fitri tanpa kendaraan pribadi.

Staf khusus gubernur, Chico Hakim, menambahkan bahwa malam takbiran menggabungkan nuansa religius dengan pertunjukan seni megah.

Dinas Perhubungan DKI, melalui Plt. Kepala Ujang Harmawan, menutup ruas Sudirman dan Thamrin serta sejumlah jalan pendukung untuk memastikan kelancaran acara.

Penutupan meliputi Jalan Jenderal Sudirman dari simpang Karet Pasar Baru Timur III hingga Bundaran HI, serta Jalan MH Thamrin dari Bundaran HI hingga Bundaran Patung Kuda, ditambah jalan Kupingan BNI 46, Kebon Kacang, dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan dan mengutamakan transportasi umum seperti TransJakarta, MRT, LRT, serta KRL.

Petugas kepolisian dan satpam lalu lintas ditempatkan di persimpangan kunci untuk mengarahkan arus dan menegakkan larangan kendaraan pribadi.

Hujan deras yang turun setelah pukul 21.00 tidak mengurangi kepadatan kerumunan; banyak pengunjung tetap hadir dengan jas hujan dan payung.

Organisasi mencatat bahwa suara 1.000 bedug tetap terdengar jelas meski cuaca buruk, menambah kehangatan suasana.

Pawai obor dimulai dari Monas, melewati pintu barat daya, dan berakhir di Bundaran HI, melibatkan sekitar 5.000 peserta.

Unsur religius hadir lewat tausiyah singkat oleh Ustaz Akri dan penampilan khusus Hadad Alwi, menambah khidmat malam takbiran.

Transportasi umum beroperasi sesuai jadwal; koridor TransJakarta di sepanjang Sudirman‑Thamrin tetap melayani penumpang, sementara stasiun MRT dan LRT dekat venue mencatat peningkatan penumpang.

Zona parkir sementara juga disiapkan di jalan‑jalan sekitar, termasuk Jalan Kupingan BNI 46 dan Jalan Kebon Kacang, untuk menampung kendaraan yang dibatasi.

Sebagai perbandingan, kota Tasikmalaya juga menggelar Car Free Night pada tanggal yang sama, menutup Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung untuk menciptakan zona pejalan kaki.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Riki Kustiawan, menegaskan penutupan dimulai pukul 17.00 dan berlanjut hingga 01.00, memberi ruang bagi bazar dan ibadah takbiran.

Kedua kota menargetkan pengurangan kemacetan, peningkatan keselamatan, dan partisipasi masyarakat dalam perayaan malam takbiran.

Skema pengaturan lalu lintas yang terkoordinasi serta antusiasme publik menunjukkan kemampuan Jakarta menyelenggarakan acara berskala besar dengan tertib, menjadi contoh bagi perayaan serupa di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.